top of page

Warga Geruduk DPRD Garut, Jalan Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy Dijanjikan Diperbaiki Bertahap

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) - Desakan masyarakat terkait kondisi jalan penghubung Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy, Kabupaten Garut, akhirnya mendapat respons dari pemerintah daerah.


Pemkab Garut bersama DPRD Kabupaten Garut sepakat memprioritaskan penanganan ruas jalan strategis sepanjang sekitar 40 kilometer tersebut secara bertahap.

Kesepakatan itu muncul setelah Gerakan Masyarakat Banjarwangi Singajaya Peundeuy (Gema BSP) menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kabupaten Garut, Kamis (20/8/2026).


Dalam aksinya, warga meminta pemerintah segera memperbaiki kondisi jalan yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan. Mereka menilai buruknya kondisi akses tersebut telah mengganggu aktivitas dan mobilitas masyarakat di tiga kecamatan.


Usai menyampaikan aspirasi, perwakilan massa kemudian mengikuti audiensi bersama Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan jajaran DPRD Kabupaten Garut.

Pembahasan berlangsung cukup alot. Warga menginginkan perbaikan dilakukan secara menyeluruh pada 2026, sementara pemerintah daerah harus berhadapan dengan kondisi fiskal yang terbatas.


Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan, kebutuhan anggaran untuk memperbaiki seluruh ruas jalan hingga Peundeuy dengan standar nasional diperkirakan mencapai sekitar Rp100 miliar.


Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah harus mencari skema pembiayaan secara bertahap, termasuk memanfaatkan dukungan pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).


"Terkait kondisi jalan ke sana, tadi diskusi dan cerita tentang harapannya. Ujungnya sepakat, untuk jangka pendek kita akan selesaikan jalan agar lebih layak dilewati," kata Abdusy Syakur Amin.


Ia menyebut, program IJD saat ini telah mencakup penanganan sekitar 6,5 kilometer ruas jalan.


Selain itu, Pemkab Garut menyiapkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar dari APBD 2026. Pekerjaan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada November mendatang.


"Untuk pengerjaan segera di bulan November ada Rp2,5 miliar dari APBD. Kalau perhitungan sampai Peundeuy ya Rp100 miliar menggunakan standar nasional, tapi masalahnya kita keterbatasan fiskal," ujarnya.


Anggaran Rp2,5 miliar tersebut akan diarahkan terlebih dahulu pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah. Penanganan ini diharapkan dapat membuat akses masyarakat menjadi lebih aman dan layak dilalui.


Sementara untuk jangka menengah, Pemkab Garut menargetkan penanganan ruas jalan tersebut dapat berlanjut hingga wilayah Peundeuy pada 2027.


Kepastian anggaran untuk program lanjutan akan dibahas dalam pembahasan anggaran pada Oktober 2026.


Anggota DPRD Kabupaten Garut Agus Muhammad Sutarman memastikan legislatif bersama Badan Anggaran akan mengawal komitmen tersebut.


"DPRD bersama Badan Anggaran siap mengawal komitmen percepatan pembangunan tersebut. Pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan bersama perangkat daerah terkait agar target penanganan dapat berjalan sesuai rencana," katanya.


Meski demikian, bagi masyarakat, perbaikan secara bertahap belum sepenuhnya menjawab harapan. Warga masih menginginkan jalan tersebut diperbaiki secara menyeluruh sehingga benar-benar nyaman dan aman digunakan.


Namun, dengan keterbatasan kemampuan keuangan daerah, langkah bertahap yang disepakati Pemkab Garut dan DPRD menjadi jalan keluar sementara untuk mempercepat penanganan kerusakan.


Masyarakat kini menunggu realisasi pekerjaan yang dijanjikan mulai November 2026, sekaligus memastikan komitmen penanganan hingga Peundeuy pada 2027 tidak berhenti sebatas rencana.(SLT)


Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page