Polda Jabar Bongkar Modus Penipuan Kendaraan Murah, Pelaku Gunakan Seragam TNI dan Senjata Mainan
- Admin03

- 2 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Masyarakat diminta lebih waspada terhadap modus penipuan jual beli kendaraan murah melalui media sosial. Para pelaku tak segan mencatut identitas anggota TNI untuk meyakinkan calon korban.
Modus tersebut terungkap dalam pengungkapan jaringan penipuan online asal Sulawesi Selatan yang dilakukan Tim Subdit III Ditressiber Polda Jawa Barat.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, para pelaku memanfaatkan media sosial Facebook untuk menawarkan kendaraan dengan harga jauh di bawah pasaran.
Ketika calon korban mulai tertarik, komunikasi kemudian diarahkan ke aplikasi WhatsApp. Di tahap ini, pelaku berupaya membangun kepercayaan dengan mengaku sebagai anggota TNI.
āPelaku menguji kepercayaan korban dengan mengaku sebagai anggota TNI dan mengirimkan KTA. Untuk makin meyakinkan, mereka bahkan menyiapkan sarana pendukung seperti seragam TNI hingga senjata mainan,ā kata Hendra, Jumat (21/8/2026).
Setelah korban percaya, pelaku tidak langsung meminta pembayaran penuh. Korban justru diarahkan kepada orang lain yang berperan sebagai jasa kurir atau pengiriman kargo.
Korban kemudian diminta melakukan transfer secara bertahap dengan berbagai alasan, mulai dari pelunasan kendaraan hingga biaya pengiriman.
Namun, setelah uang dikirim, kendaraan yang dijanjikan tidak pernah sampai kepada korban.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga digunakan para pelaku untuk mendukung aksi penipuan. Barang bukti tersebut antara lain satu setel pakaian TNI, dua senjata mainan, 20 unit telepon seluler, serta 16 buah lakban berlogo āFRAGILEā.
Polisi juga mengamankan satu unit kendaraan roda empat yang diduga berkaitan dengan hasil kejahatan.
Hendra mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan penawaran kendaraan yang harganya tidak masuk akal. Terlebih jika penjual menggunakan identitas atau atribut institusi tertentu untuk membangun kepercayaan.
Masyarakat juga diminta melakukan pengecekan identitas penjual dan legalitas kendaraan sebelum melakukan transaksi maupun mentransfer sejumlah uang.
āJangan mudah percaya hanya karena pelaku menunjukkan identitas atau atribut tertentu. Pastikan seluruh informasi dan kendaraan yang ditawarkan benar-benar dapat diverifikasi,ā pungkas Hendra (AMJ)



Komentar