top of page

Wali Kota Tasikmalaya Turun Tangan Atasi Banjir Kalangsari, Drainase Jalan Nasional Direkayasa Ulang

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 6 Jul
  • 2 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Pemerintah Kota Tasikmalaya menunjukkan keseriusannya mengakhiri persoalan banjir yang selama belasan tahun menghantui kawasan Kalangsari, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes.


Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi, turun langsung meninjau proses perbaikan sistem drainase di Jalan Mochammad Hatta, titik yang selama ini menjadi langganan genangan setiap musim hujan.


Bagi Pemerintah Kota Tasikmalaya, penanganan banjir bukan sekadar pekerjaan infrastruktur, tetapi menjadi prioritas untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Genangan yang terus berulang dinilai mengganggu aktivitas warga, merusak lingkungan, sekaligus menurunkan kualitas hidup masyarakat.


Viman menjelaskan, perbaikan dilakukan melalui rekayasa ulang sistem drainase dengan dukungan Kementerian PUPR. Menurutnya, langkah tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang selama ini terjadi di kawasan Kalangsari.


"Dengan intervensi PUPR, saluran air kini diperbaiki dan direkayasa ulang agar banjir tidak lagi terjadi," ujar Viman.


Ia mengungkapkan, Jalan Mochammad Hatta yang merupakan jalan nasional selama bertahun-tahun belum pernah mendapatkan pembenahan sistem drainase secara menyeluruh. Akibatnya, saat hujan deras turun, air kerap meluap dan menggenangi kawasan di sekitarnya.


Perbaikan yang dilakukan tidak hanya menyasar saluran di badan jalan, tetapi juga jalur pembuangan menuju Sungai Cilose. Pipa lama berdiameter delapan inci diganti dengan ukuran yang lebih besar agar kapasitas aliran air meningkat dan tidak lagi menimbulkan hambatan.


"Crossing pembuangan ke Cilose akan diperbaiki sehingga kapasitas saluran lebih memadai," katanya.


Selain pembangunan fisik, Viman juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi penyebab utama tersumbatnya saluran air. Saat meninjau lokasi, ia menemukan banyak sampah yang dibuang sembarangan, bahkan diduga berasal dari luar lingkungan setempat.


Karena itu, ia meminta seluruh unsur kewilayahan mulai dari RT, RW, lurah, camat hingga Dinas Lingkungan Hidup untuk memperkuat pengawasan sekaligus melakukan pembersihan saluran secara rutin.


"Sampah adalah masalah bersama. Jika saluran tersumbat, banjir akan kembali terjadi," tegasnya.


Menurut Viman, penanganan banjir tidak bisa dibebankan kepada satu organisasi perangkat daerah saja. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor serta kesadaran masyarakat agar saluran drainase tetap bersih dan berfungsi optimal.


Ke depan, pengelolaan sampah juga akan diperkuat hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Skema tersebut mengadopsi pola yang telah diterapkan di sejumlah kota besar seperti Medan, Surabaya, dan Makassar agar pengawasan lebih efektif.


Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari program Tasik Nyaman, yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan melalui pengendalian banjir, kebersihan kawasan, dan penguatan ketahanan air.


Selain membahas penanganan banjir, Viman memastikan pemerintah juga bersiap menghadapi potensi musim kemarau. Ketersediaan air bersih maupun kebutuhan irigasi pertanian akan dijaga melalui optimalisasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan jaringan irigasi.


"SPAM yang sudah dibangun kini diuji kelayakannya. Kita pastikan berfungsi dengan baik agar sawah tetap produktif," katanya.


Ia menambahkan, koordinasi dengan BBWS telah meningkatkan suplai air irigasi yang sebelumnya hanya mengalir empat hari dalam sepekan, kini dapat tersedia setiap hari. Kondisi tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Tasikmalaya.


Viman menegaskan, Pemerintah Kota Tasikmalaya akan terus memprioritaskan anggaran untuk penanganan bencana, pembangunan SPAM, serta pembenahan sistem drainase dan irigasi.


"Bencana adalah prioritas, sehingga anggaran diarahkan untuk memastikan masyarakat aman dari banjir maupun kekeringan," pungkasnya. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page