top of page

Musim Kemarau, Perhutani dan Tim Gabungan Perkuat Siaga Karhutla di Ciamis

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 5 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Ciamis (PRSSNIJabar) - Ratusan personel dari berbagai instansi mengikuti Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Hutan Geger Bentang, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin (24/8/2026).


Apel yang digelar Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Ciamis tersebut menjadi langkah bersama untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di kawasan produksi wilayah Banjarsari dan Cicapar.


Sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari BPBD Kabupaten Ciamis, Muspida, TNI-Polri, Koramil dan Polsek Pamarican, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), Cabang Dinas Kehutanan hingga Forum Relawan Ciamis Selatan.


Administratur Perhutani KPH Ciamis Tofik Hidayat mengatakan, apel siaga tersebut merupakan bagian dari upaya deteksi dini sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana menghadapi potensi karhutla.


ā€œApel siaga ini sengaja kita laksanakan sebagai upaya deteksi dini. Lebih efektif mencegah dan meminimalisir potensi kebakaran dibandingkan menunggu api membesar,ā€ ujar Tofik.


Menurutnya, kesiapan tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga peralatan pemadaman seperti mobil pemadam, mesin pompa air hingga alat pelindung diri.


Tofik menyebutkan, kawasan hutan yang berada dalam wilayah kerja Perhutani KPH Ciamis mencapai sekitar 30.606 hektare, meliputi Ciamis, Banjar dan Pangandaran.

Seluruh kawasan tersebut memiliki potensi kerawanan kebakaran, terutama ketika memasuki musim kemarau.


Karena itu, seluruh jajaran Perhutani mulai dari manajemen hingga mandor lapangan diminta ikut melakukan pengawasan dan penanganan apabila terjadi kondisi darurat.


ā€œJangan sampai kita terlena dengan target perusahaan lalu melupakan tugas pokok menjaga hutan. Semua personel Perhutani wajib terlibat, baik di kantor maupun lapangan,ā€ tegasnya.


Tofik juga menekankan pentingnya peran masyarakat, khususnya LMDH, dalam mencegah terjadinya kebakaran.


Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis Ani Supiani mengatakan, sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan karhutla di antaranya Pamarican, Banjaranyar, Banjarsari, Panawangan dan Ciharbuti.


Menurut Ani, sebagian besar kejadian kebakaran yang terjadi bukan disebabkan kesengajaan, melainkan kelalaian masyarakat.


ā€œRata-rata karena kecerobohan, seperti puntung rokok atau pembakaran sampah yang meluas. Sekecil apa pun api bisa memicu kebakaran besar di musim kemarau,ā€ katanya.


Ani menyebutkan, sepanjang bulan ini tercatat 11 titik kebakaran di wilayah Ciamis. Seluruhnya diduga terjadi akibat faktor ketidaksengajaan.


Untuk itu, BPBD bersama unsur terkait terus memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api.


ā€œJangan membakar sampah sembarangan, jangan buang puntung rokok sembarangan, dan jangan main-main dengan api. Semua pihak harus terlibat agar kebakaran bisa dicegah sejak awal,ā€ tegasnya.


Apel siaga tersebut sekaligus menjadi penegasan komitmen lintas sektor dalam menghadapi ancaman karhutla.


Patroli terpadu, deteksi dini, kesiapan peralatan serta keterlibatan masyarakat diharapkan mampu mencegah kebakaran sebelum meluas.


Upaya tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menjaga kelestarian kawasan hutan, tetapi juga melindungi masyarakat dari dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page