top of page

Transaksi QRIS Jabar Tembus Rp125 Triliun, BI Dorong Digitalisasi Ekonomi Makin Luas

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 6 hari yang lalu
  • 3 menit membaca
Gedung BI Jabar
Gedung BI Jabar

Bandung (PRSSNIJabar) - Transaksi pembayaran digital menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Jawa Barat terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga triwulan II 2026, volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,46 miliar transaksi dengan nilai Rp125,35 triliun.


Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator semakin luasnya penggunaan QRIS dalam aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari perdagangan, UMKM, pendidikan, pariwisata hingga industri kreatif.


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan perkembangan QRIS menunjukkan perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.


ā€œPada triwulan II 2026, volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,46 miliar transaksi, tumbuh 187,06 persen secara tahunan, dengan nominal sebesar Rp125,35 triliun atau tumbuh 135,73 persen,ā€ ujar Junanto pada puncak Pekan QRIS Nasional 2026 melalui QRISKeun The Hallway Space di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (17/8).


Menurut Junanto, pertumbuhan tersebut juga terlihat dari jumlah pengguna dan merchant QRIS. Hingga triwulan II 2026, jumlah pengguna QRIS di Jawa Barat mencapai 14,49 juta atau sekitar 22,99 persen dari total pengguna secara nasional.


Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah pengguna QRIS tertinggi di Indonesia. Sementara jumlah merchant QRIS mencapai 9,87 juta dengan pangsa 22,01 persen secara nasional.


ā€œPerkembangan ini menunjukkan bahwa QRIS semakin diterima dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat Jawa Barat,ā€ katanya.


Melihat perkembangan tersebut, Bank Indonesia Jawa Barat menargetkan jumlah pengguna QRIS terus bertambah hingga mencapai sekitar 15 juta pengguna pada akhir 2026.


ā€œTarget kita adalah sampai dengan sekitar 15 juta di Jawa Barat,ā€ ujar Junanto.


Upaya mencapai target tersebut dilakukan dengan memperluas penggunaan QRIS ke berbagai kelompok masyarakat dan sektor ekonomi. Hal itu tercermin dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional 2026 di Jawa Barat yang mengusung semangat ā€œQRISKeun Jabarā€ dan slogan ā€œQRIS-na Hiji, Mangpaatna RĆ©aā€.


Rangkaian kegiatan tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga generasi muda, pemerintah daerah, komunitas hingga sektor pariwisata.


Di sektor perdagangan, misalnya, Bank Indonesia menghadirkan QRISKeun Pasar Parahyangan melalui program Pasar PAKAI yang merupakan singkatan dari Praktis, Aman, Kekinian, Andal dan Inklusif. Edukasi dan perluasan transaksi digital juga dilakukan di Pasar Modern Batununggal.


Sementara bagi generasi muda, edukasi QRIS dilakukan melalui QRISKeun Universitas Padjadjaran dan QRISKeun Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pasundan. Lebih dari 9.000 mahasiswa mendapatkan edukasi mengenai QRIS, pelindungan konsumen melalui PeKA atau Peduli, Kenali dan Adukan, serta penggunaan media sosial secara bijak.


Digitalisasi juga diperkuat di tingkat pemerintah daerah melalui QRISKeun Pemda Kabupaten Cianjur yang terintegrasi dengan agenda TPID dan TP2DD. Di sisi pelaku usaha, QRISKeun UMKM Kabupaten Cianjur diarahkan untuk meningkatkan literasi dan penggunaan transaksi digital.


Sektor pariwisata pun menjadi bagian penting dari perluasan ekosistem QRIS. Melalui QRISKeun Wisata Bandung, pengemudi dan pemandu Bandung Tour on Bus atau Bandros mendapatkan edukasi mengenai QRIS dan pelindungan konsumen.


Pemanfaatannya kemudian diwujudkan melalui QRISKeun Bandros pada 16–17 Agustus 2026. Masyarakat dapat menikmati perjalanan wisata dengan tarif khusus melalui pembayaran QRIS.


Menurut Junanto, perluasan penggunaan QRIS juga tidak terlepas dari potensi ekonomi kreatif Jawa Barat. The Hallway Space di Kota Bandung menjadi salah satu contoh ruang kreatif yang mempertemukan pelaku UMKM, anak muda dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem.


ā€œIndustri kreatif ini salah satu sumber pertumbuhan ekonomi karena bagian dari pemberdayaan UMKM. Ini juga digerakkan oleh anak-anak muda, Gen Z,ā€ katanya.


Junanto menilai Bandung dan Jawa Barat memiliki kekuatan besar di sektor ekonomi kreatif sehingga digitalisasi pembayaran dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem tersebut.


ā€œBandung ini, Jawa Barat, kekuatannya salah satunya ada di industri kreatif,ā€ ujarnya.


Puncak Pekan QRIS Nasional 2026 melalui QRISKeun The Hallway Space sekaligus menjadi penegasan bahwa penggunaan QRIS tidak berhenti pada transaksi pembayaran. QRIS terus diperluas agar dapat mendukung berbagai aktivitas ekonomi masyarakat secara lebih praktis, cepat, aman dan inklusif.


ā€œQRIS itu cepat, mudah, murah, aman, dan andal. Itu yang paling penting,ā€ kata Junanto.


Ia menegaskan, berakhirnya rangkaian Pekan QRIS Nasional tidak berarti upaya memperluas penggunaan QRIS ikut berakhir. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas dan berbagai mitra akan terus memperkuat ekosistem pembayaran digital di Jawa Barat.


ā€œSetelah rangkaian Pekan QRIS Nasional berakhir, semangat QRISKeun Jabar tentu tidak berhenti di sini. Kami berharap penggunaan QRIS terus menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari dengan tetap mengedepankan keamanan dan pelindungan konsumen,ā€ tuturnya.


Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong ekosistem pembayaran digital yang Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Andal (CeMuMuAH) sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang inklusif dan berkelanjutan.


Dengan jumlah pengguna yang telah mendekati 15 juta dan transaksi yang terus tumbuh, QRIS kini tidak lagi sekadar pilihan pembayaran. Di Jawa Barat, QRIS mulai menjadi bagian dari cara masyarakat bertransaksi sekaligus salah satu instrumen penting dalam mendorong digitalisasi ekonomi daerah. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page