top of page

Tiga Kebakaran Terjadi Beruntun di Priangan Timur, Rumah hingga Kios Pasar Terbakar

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 3 jam yang lalu
  • 3 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Priangan Timur dalam dua hari terakhir. Kobaran api melanda permukiman warga di Kota Tasikmalaya, Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Nangkaleah Kabupaten Tasikmalaya, hingga kawasan Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut.


Rangkaian kebakaran tersebut terjadi dalam waktu berdekatan dan menimbulkan kerusakan material. Petugas pemadam kebakaran bersama unsur terkait harus bekerja cepat untuk mencegah api meluas.

Kebakaran terbaru terjadi di kawasan permukiman padat Jalan Rahayu, Kelurahan Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.


Api dengan cepat membesar dan mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan berat.

Petugas Damkar Kota Tasikmalaya menerima laporan sekitar pukul 11.31 WIB. Regu 2 bersama armada gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman


Setelah berjibaku sekitar dua jam, api berhasil dipadamkan pada pukul 13.30 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.


Kebakaran TPA Nangkaleah

Sehari sebelumnya, kebakaran terjadi di TPA Nangkaleah Cioray, Desa Sukasukur, Kecamatan Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (26/8/2026) dini hari.

Api membakar sekitar 5 hektare dari total 10 hektare area tumpukan sampah. Kobaran api bahkan sempat merembet ke lahan di sekitar TPA.


Pemadaman tidak mudah dilakukan karena material sampah cukup tebal dan diduga menghasilkan gas metana. Kondisi tersebut membuat api berpotensi kembali muncul dari bagian dalam tumpukan sampah.


Kendala lainnya adalah keterbatasan sumber air di sekitar lokasi. Petugas pemadam harus berulang kali melakukan pengisian ulang armada dengan jarak tempuh yang cukup jauh.


Kepala UPTD Damkar Kabupaten Tasikmalaya, Agus Toni, menyebut titik awal api diduga berkaitan dengan limbah baterai bekas yang terpapar suhu panas di dalam tumpukan sampah.


Menurutnya, kondisi tersebut diduga memicu munculnya gas metana hingga menimbulkan percikan api.


Proses pemadaman melibatkan sejumlah unsur, mulai dari Damkar, BPBD Kabupaten Tasikmalaya dan BPBD Provinsi Jawa Barat, Tagana, TNI-Polri hingga BBWS Citanduy.

Setelah dilakukan penanganan selama dua hari, kebakaran TPA Nangkaleah dinyatakan berhasil dipadamkan dan operasi ditutup pada Kamis (27/8/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.


Meski demikian, lokasi bekas kebakaran masih dipantau untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali muncul dari dalam tumpukan sampah.


Kebakaran juga terjadi di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 22.00 WIB.

Api dengan cepat membesar dan merembet ke sejumlah kios pedagang. Kondisi diperparah dengan hembusan angin yang cukup kencang.


Pedagang dan warga sekitar langsung berupaya menyelamatkan barang dagangan untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, BPBD dan Kodim 0611 Garut kemudian diterjunkan ke lokasi.


Kepala Disdamkarmat Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan api berhasil dikendalikan sekitar satu jam lebih setelah kejadian.


"Kebakaran pada pukul 22.00 WIB, berhasil dipadamkan pukul 23.15 WIB oleh tujuh unit damkar dan water supply. Yang terbakar ada lima kios, kemudian dua lagi ikut terdampak," kata Usep.


Menurutnya, proses pemadaman juga mendapat dukungan dari BPBD dan Kodim 0611 Garut sehingga api dapat segera dilokalisasi.


Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp250 juta.


Lima kios dilaporkan terbakar, sedangkan dua kios lainnya terdampak akibat kobaran api. Dugaan sementara, kebakaran dipicu gangguan pada instalasi listrik yang kemudian menimbulkan percikan api.


Rangkaian kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan meningkatnya potensi kebakaran.


Warga diimbau memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak membakar sampah sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin. (AST_SLT)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page