top of page

Listrik Makin Andal, Potensi Ekonomi Pesisir Sukabumi Selatan Dibidik

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 4 jam yang lalu
  • 2 menit membaca



Sukabumi (PRSSNIJabar) - Garis pantai sepanjang 117 kilometer membuat kawasan Selatan Sukabumi menyimpan potensi ekonomi yang besar. Dari aktivitas nelayan, cold storage, penyediaan es batu, tambak udang hingga usaha kecil dan UMKM, berbagai kegiatan tersebut membutuhkan pasokan listrik yang andal.


Peluang itu kini mendapat dukungan dari penguatan infrastruktur kelistrikan. PT PLN (Persero) kembali mengoperasikan atau re-energize Gardu Induk (GI) Jampang Kulon 150 kV berkapasitas 1x60 MVA di Kabupaten Sukabumi, Kamis (27/8/2026).


Beroperasinya kembali GI Jampang Kulon membuat sistem kelistrikan di wilayah Selatan Sukabumi lebih kuat dan fleksibel. Infrastruktur tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi pertumbuhan usaha dan investasi seiring meningkatnya kebutuhan energi.


GI Jampang Kulon ditopang jaringan transmisi sepanjang 56,96 kilometer dengan 88 titik tower serta Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV PLTU Pelabuhan Ratu-Jampang Kulon. PLN juga telah menyiapkan empat jalur penyulang untuk mendukung penyaluran listrik kepada pelanggan.


Sebelum GI kembali beroperasi, fleksibilitas manuver jaringan di wilayah tersebut masih terbatas. Pasokan alternatif dari gardu induk lain membuat proses pemulihan ketika terjadi gangguan membutuhkan waktu lebih panjang.


Kini, konfigurasi sistem menjadi lebih kuat dengan pilihan pasokan dan kemampuan manuver jaringan yang lebih optimal.


Wakil Bupati Sukabumi Andreas mengatakan penguatan listrik menjadi kebutuhan penting untuk mengembangkan potensi ekonomi masyarakat, khususnya di kawasan pesisir.


ā€œWilayah kami yang panjang pantainya kurang lebih 117 kilometer pastinya banyak juga yang usaha di laut. Seperti usaha cold storage dan penyediaan es batu bagi nelayan yang potensinya luar biasa,ā€ ujar Andreas.


Menurut dia, peluang ekonomi tidak hanya berasal dari sektor kelautan. Tambak udang serta berbagai industri kecil dan UMKM juga membutuhkan dukungan energi yang memadai agar dapat berkembang.


Andreas menilai ketersediaan listrik yang andal akan memberikan dampak lebih luas terhadap perekonomian daerah, sekaligus mendukung investasi, pelayanan publik, dan pembangunan Kabupaten Sukabumi.


ā€œListrik adalah urat nadi pembangunan. Ketersediaan energi listrik yang andal tidak hanya menjadi kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, pelayanan publik, serta pembangunan daerah,ā€ katanya.


Sementara itu, Vice President Efisiensi, Kualitas dan Pengukuran Distribusi Jawa, Madura, dan Bali PLN Wahyu C. Prasetyo mengatakan kapasitas GI Jampang Kulon dan empat jalur penyulang yang disiapkan PLN semakin memperbesar peluang usaha di wilayah tersebut.


ā€œDengan energize-nya Gardu Induk Jampang Kulon 1x60 MVA yang sekarang sudah ada empat jalur penyulang yang sudah disiapkan oleh teman-teman PLN, semakin membuka peluang usaha UMKM di sekitar,ā€ tuturnya.


Sedangkan General Manager PLN UID Jawa Barat Muhammad Joharifin mengatakan penguatan infrastruktur dilakukan untuk memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan seiring dengan kesiapan jaringan.


ā€œKami ingin memastikan pertumbuhan kebutuhan listrik berjalan beriringan dengan kesiapan infrastrukturnya,ā€ ujar Joharifin.


Ia menambahkan, pembangunan sistem kelistrikan di Jawa Barat membutuhkan perencanaan dan investasi berkelanjutan, terutama untuk wilayah dengan tantangan geografis seperti Selatan Sukabumi.


Pengoperasian GI Jampang Kulon merupakan hasil kerja PLN Group bersama Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Forkopimda, mitra kerja, dan berbagai pemangku kepentingan.


Dengan sistem yang semakin andal, PLN berharap listrik tak hanya menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi juga menjadi fondasi berkembangnya ekonomi pesisir dan berbagai potensi usaha di Selatan Sukabumi. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page