Sunda Karsa Fest 2026 Raup Rp53,75 Miliar, UMKM Jabar Kian Percaya Diri Tembus Pasar Global
- Admin02

- 29 Jun
- 3 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Sunda Karsa Fest: Karya Kreatif Jawa Barat 2026 menutup penyelenggaraannya dengan capaian yang menggembirakan. Selama tiga hari pelaksanaan, ajang promosi produk unggulan daerah tersebut berhasil membukukan transaksi penjualan mencapai Rp53,75 miliar, melonjak sekitar 170 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Pencapaian itu menjadi bukti bahwa produk-produk UMKM Jawa Barat semakin diminati pasar sekaligus menunjukkan efektivitas kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan ekonomi syariah di Jawa Barat.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan Sunda Karsa Fest 2026. Menurutnya, kesuksesan acara tidak semata diukur dari besarnya nilai transaksi, tetapi juga dari meningkatnya optimisme dan kepercayaan diri para pelaku UMKM untuk terus menghadirkan karya terbaik.
"Keberhasilan ini bukan hanya soal jumlah transaksi atau pengunjung. Yang lebih penting adalah tumbuhnya rasa percaya diri para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk terus berinovasi, menjaga kualitas, serta menjadikan budaya Jawa Barat sebagai inspirasi dalam menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," ujar Erwan saat menutup acara di Trans Convention Centre Bandung, Minggu (28/6/2026).
Sunda Karsa Fest 2026 digelar pada 26-28 Juni sebagai bagian dari dukungan terhadap Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI), Bangga Berwisata #DiIndonesiaAja (GBWI), sekaligus rangkaian menuju Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026.
Mengusung tema "Memelihara Ekosistem Ekonomi Budaya Digital dan Keseimbangan Ekologi Menuju Jabar Istimewa", kegiatan tersebut menghadirkan 260 booth yang menampilkan beragam produk unggulan, mulai dari fesyen, kriya, kuliner, halal lifestyle, desa wisata hingga klaster ketahanan pangan dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Junanto Herdiawan, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil nyata dari sinergi yang dibangun antara Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dekranasda, pemerintah kabupaten/kota, perbankan, pelaku usaha, komunitas, dan seluruh UMKM.
"Kekuatan kolaborasi telah membuahkan hasil nyata. Sunda Karsa Fest tidak hanya menjadi etalase produk unggulan daerah, tetapi juga ruang temu yang efektif untuk memperluas akses pasar, meningkatkan penjualan, membuka peluang pembiayaan, serta memperkuat daya saing UMKM Jawa Barat," kata Junanto.
Tak hanya mencatat transaksi fantastis, festival ini juga berhasil menarik sekitar 142 ribu pengunjung selama tiga hari penyelenggaraan. Tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan semakin besarnya minat terhadap produk lokal berkualitas serta perkembangan ekonomi kreatif dan ekosistem halal di Jawa Barat.
Berbeda dari sekadar pameran, Sunda Karsa Fest dirancang sebagai wadah yang menghubungkan promosi, edukasi, transaksi hingga peluang investasi dalam satu rangkaian kegiatan. Berbagai agenda digelar, mulai dari business matching pembiayaan, forum promosi perdagangan daerah, seminar, workshop, kompetisi kreatif, layanan publik hingga pertunjukan seni budaya.
Ajang tersebut juga menghasilkan capaian penting di sektor ekspor. Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Barat, tercatat realisasi ekspor senilai Rp4,6 miliar untuk komoditas green bean kopi robusta ke Mesir, serta potensi ekspor sebesar Rp4,7 miliar untuk kopi arabika dan produk makanan kemasan ke Vietnam dan Jepang.
Sementara dari sisi pembiayaan, dua pelaku UMKM berhasil memperoleh akses pembiayaan perbankan dengan nilai total Rp1,8 miliar, memperlihatkan bahwa festival ini juga membuka akses terhadap permodalan yang berkelanjutan.
Prestasi lainnya, sebanyak 17 UMKM Jawa Barat dinyatakan lolos kurasi nasional dan akan mewakili provinsi ini pada ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026, terdiri dari delapan UMKM sektor wastra dan fesyen serta sembilan UMKM sektor makanan dan minuman.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat dan Dekranasda Provinsi Jawa Barat sebagai langkah memperkuat pembinaan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, inovasi produk, dan perluasan akses pasar.
Menutup rangkaian acara, Junanto menegaskan bahwa Sunda Karsa Fest bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum memperkuat sinergi dalam membangun UMKM yang semakin tangguh dan berdaya saing global.
"Ini bukan akhir dari kolaborasi, tetapi menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Kami akan terus mendorong UMKM Jawa Barat agar semakin inovatif, mampu menembus pasar nasional maupun internasional, sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya. (IGN)



Komentar