top of page

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Sukamenak Kibarkan Bendera Raksasa di Bawah Jembatan

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 7 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung semarak di Jembatan Gantung Sukamenak, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya.


Jembatan yang menjadi penghubung Kota Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis, tepatnya Desa Wanasigra, Kecamatan Cikoneng, itu kembali menjadi lokasi pengibaran bendera Merah Putih berukuran raksasa.


Bendera berukuran 10 x 20 meter tersebut dikibarkan secara vertikal di bawah badan jembatan. Aksi tersebut menjadi salah satu tradisi warga RW 07 Kampung Benteng dalam setiap peringatan HUT Kemerdekaan RI.


Ketua Panitia, Fajar Utama, mengatakan pengibaran bendera raksasa tersebut telah menjadi tradisi sejak Jembatan Gantung Sukamenak diresmikan.


"Setiap tahun kami mengibarkan bendera raksasa dengan teknik vertikal. Tahun ini digerek oleh lima orang yang sudah terlatih," kata Fajar.


Menurutnya, tahun 2026 merupakan kali ketiga warga menggelar kegiatan serupa. Selain menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan, pengibaran bendera raksasa tersebut juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air.


"Meskipun sederhana, kita tetap bangga hidup di negeri ini," ujarnya.


Antusiasme warga pun terlihat sejak pagi. Sekitar 200 hingga 300 orang hadir menyaksikan prosesi pengibaran bendera. Bahkan, masyarakat lainnya turut memadati sejumlah titik di sekitar jembatan.

Lima orang yang bertugas mengerek bendera merupakan warga kampung setempat. Mereka sebelumnya menjalani latihan untuk memastikan proses pengibaran berlangsung aman dan lancar.


Tak hanya menggelar pengibaran bendera, warga RW 07 juga mengisi peringatan HUT ke-81 RI dengan berbagai perlombaan khas Agustusan.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di sekitar aliran Sungai Citandui yang berada di bawah jembatan.


Fajar mengatakan kegiatan tersebut sengaja dilakukan sebagai bentuk kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungan.


"Kami peduli dengan masalah sampah. Setelah upacara, warga akan melaksanakan bersih-bersih sungai," katanya.


Ia menyebut pelaksanaan pengibaran bendera pada Agustus juga relatif lebih aman karena bertepatan dengan musim kemarau. Kondisi tersebut membuat debit Sungai Citandui cenderung lebih rendah dibandingkan musim penghujan.


"Kalau musim hujan, debit air Sungai Citandui cukup berbahaya. Tapi alhamdulillah, tiga kali pelaksanaan selalu di musim kemarau," tuturnya.


Pengibaran bendera raksasa di Jembatan Gantung Sukamenak bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan.


Bagi warga, kegiatan tersebut menjadi simbol nasionalisme sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis.


Tradisi yang telah digelar tiga kali itu pun diharapkan terus dipertahankan dan menjadi salah satu ikon warga dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahunnya. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page