top of page

Semarak 17 Agustus, Pedagang Bendera Musiman di Banjar Justru Sepi Pembeli

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 10 Agu
  • 2 menit membaca



Banjar (PRSSNIJabar) - Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terlihat di berbagai sudut Kota Banjar. Bendera Merah Putih, umbul-umbul, dan ornamen bernuansa merah-putih menghiasi kantor pemerintahan, jalan utama, fasilitas publik hingga lingkungan permukiman warga.


Namun, semarak tersebut belum sepenuhnya dirasakan pedagang bendera musiman. Memasuki pekan terakhir menjelang 17 Agustus, sejumlah pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan justru mengeluhkan minimnya pembeli.


Pantauan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Banjar, Senin (10/8/2026), menunjukkan sejumlah lapak bendera dan atribut kemerdekaan telah berjejer di sepanjang jalan. Meski berbagai jenis bendera, umbul-umbul, dan ornamen merah-putih dipajang, aktivitas jual beli terlihat masih sepi.


Salah satunya dialami Leni, pedagang bendera musiman asal Pasir Leutik, Banjar. Ia mengaku sudah sekitar satu minggu berjualan di kawasan tersebut untuk memanfaatkan momentum tahunan menjelang perayaan kemerdekaan.


Namun, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, jumlah pembeli yang datang ke lapaknya tahun ini dinilai jauh menurun.


"Sepi, tidak seperti tahun kemarin-kemarin," ujar Leni.


Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika lapak-lapak pedagang bendera mulai ramai didatangi pembeli menjelang pertengahan Agustus. Kini, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk mendapatkan atribut kemerdekaan tanpa harus datang langsung ke lokasi penjualan.


Leni menilai, maraknya platform belanja online turut mengubah pola belanja masyarakat. Selain lebih praktis karena barang dapat dipesan dari rumah, harga yang ditawarkan melalui toko daring terkadang dinilai lebih murah dibandingkan membeli secara langsung.


Perubahan pola belanja itu, kata dia, ikut berdampak pada pedagang musiman yang mengandalkan pembeli datang langsung ke lapak.


Meski penjualan belum sesuai harapan, Leni memilih tetap bertahan hingga mendekati puncak perayaan HUT ke-81 RI. Ia berharap meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang 17 Agustus dapat kembali mendatangkan pembeli ke lapaknya.


"Semoga nanti menjelang 17 Agustus ramai. Mudah-mudahan masih ada rezeki," katanya. (LER)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page