Sambut HUT RI, PLN Jabar Ajak Warga Rayakan Kemerdekaan Dengan Tetap Utamakan Keselamatan
- Admin02

- 3 Agu
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Semarak perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di berbagai daerah di Jawa Barat. Bendera Merah Putih, umbul-umbul, lampu hias, hingga berbagai ornamen kemerdekaan mulai menghiasi lingkungan permukiman, perkantoran, maupun ruang publik.
Di tengah antusiasme tersebut, PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar pemasangan atribut kemerdekaan tetap memperhatikan aspek keselamatan, khususnya yang berkaitan dengan jaringan listrik.
PLN menilai, euforia menyambut Hari Kemerdekaan tidak boleh mengabaikan potensi bahaya apabila dekorasi dipasang terlalu dekat dengan kabel maupun tiang listrik. Kondisi tersebut berisiko memicu korsleting, sengatan listrik, hingga kecelakaan yang dapat membahayakan masyarakat.
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, mengatakan perayaan 17 Agustus akan lebih bermakna apabila seluruh rangkaiannya berlangsung aman dan tanpa insiden.
"Kami mengajak masyarakat memeriahkan HUT ke-81 RI dengan penuh semangat, namun tetap memperhatikan keselamatan ketenagalistrikan. Pastikan bendera, umbul-umbul, lampu hias, baliho, dan ornamen lainnya dipasang dengan jarak aman dari jaringan listrik. Dengan kepedulian bersama, perayaan kemerdekaan dapat berlangsung meriah, nyaman, dan aman," ujar Joharifin dalam keterangannya, Senin (3/8).
PLN mengimbau masyarakat menjaga jarak minimal tiga meter antara atribut kemerdekaan dengan jaringan listrik. Selain itu, warga juga diminta tidak memasang, memaku, mengikat, maupun menempelkan bendera atau umbul-umbul pada tiang listrik.
Menurut Joharifin, tiang listrik bukanlah sarana untuk memasang dekorasi karena selain dapat merusak aset kelistrikan, tindakan tersebut juga berpotensi membahayakan keselamatan.
"Tiang listrik bukan tempat untuk memasang bendera atau umbul-umbul. Selain merusak, ini bisa menyebabkan sengatan listrik. Mari kita jaga bersama agar perayaan kemerdekaan tidak menimbulkan korban," katanya.
Selain memperhatikan lokasi pemasangan atribut, PLN juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan peralatan listrik selama perayaan berlangsung. Lampu hias dan perlengkapan elektronik sebaiknya menggunakan produk yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta disesuaikan dengan kapasitas daya listrik yang tersedia agar tidak terjadi kelebihan beban yang dapat memicu gangguan maupun korsleting.
Bagi masyarakat yang akan menggelar berbagai kegiatan Agustusan, seperti perlombaan, panggung hiburan, atau acara lingkungan yang membutuhkan pasokan listrik tambahan, PLN menyediakan layanan Penyambungan Sementara yang dapat diajukan melalui aplikasi PLN Mobile. Sementara itu, pelanggan yang membutuhkan daya listrik lebih besar juga dapat memanfaatkan layanan tambah daya melalui kanal resmi PLN.
PLN juga kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan penyambungan listrik secara ilegal. Praktik tersebut tidak hanya melanggar ketentuan, tetapi juga memiliki risiko tinggi menimbulkan kebakaran maupun kecelakaan akibat sengatan listrik.
Joharifin berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan melaporkan apabila menemukan atribut kemerdekaan yang dipasang terlalu dekat dengan jaringan listrik atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan.
"Kami berharap masyarakat turut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan ketenagalistrikan. Apabila menemukan atribut kemerdekaan yang terpasang terlalu dekat dengan jaringan listrik atau kondisi lain yang berpotensi membahayakan, segera laporkan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar dapat segera ditindaklanjuti," tutup Joharifin. (IGN)



Komentar