Sambut HUT ke-81 RI, BBWS Citanduy Bersihkan Irigasi dan Pastikan Pasokan Air Pertanian Aman
- Admin02

- 8 Agu
- 2 menit membaca

Banjar (PRSSNIJabar) - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy menggelar Gerakan Irigasi Bersih secara serentak pada Jumat (7/8)
Kegiatan gotong royong tersebut dipusatkan di Saluran Sekunder Sindang Angin dan Saluran Tersier Desa Waringinsari, Daerah Irigasi (DI) Lakbok Utara, Banjar. Aksi ini melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI dan Polri, pemerintah desa, petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP), Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), serta masyarakat setempat.
Mereka bahu-membahu membersihkan saluran irigasi dari sampah, rumput liar, hingga endapan sedimen yang berpotensi menghambat aliran dan mengganggu distribusi air ke lahan pertanian.
Kepala BBWS Citanduy Roy Panagom Pardede mengatakan, Gerakan Irigasi Bersih merupakan bagian dari program nasional yang diinisiasi Kementerian Pekerjaan Umum untuk membangun kesadaran bersama dalam menjaga keberlanjutan fungsi jaringan irigasi.
āPagi ini kita berada di Daerah Irigasi Lakbok Utara untuk melaksanakan Gerakan Irigasi Bersih dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI. Kami bersama Forkopimda, Kodim, Polres, dan P3A hadir untuk membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga saluran irigasi dari sampah yang menumpuk,ā ucap Roy saat memberikan keterangan di lokasi.
Menurutnya, pemeliharaan jaringan irigasi tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat, khususnya para penerima manfaat dan kelompok tani.
āJangan berpikir karena ini irigasi kewenangan pemerintah pusat, hanya petugas saja yang membersihkan. Masyarakat dan kelompok tani P3A yang mengambil manfaat juga harus ikut merawat, memelihara, dan membersihkan. Jika saluran tersumbat karena sampah, pelayanan air ke bawah pasti terganggu,ā tegasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembersihan dilakukan secara masif dan terbagi dalam lima titik wilayah kerja. BBWS Citanduy juga akan menindaklanjuti arahan Direktur Jenderal terkait edukasi dan sosialisasi ke sekolah-sekolah mengenai pentingnya menjaga lingkungan, termasuk kebersihan saluran air.
Sistem irigasi yang dikelola BBWS Citanduy mencakup wilayah lintas provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Beberapa di antaranya adalah Daerah Irigasi Manganti, Batarheulang, dan Lakbok Utara.
Di sisi lain, BBWS Citanduy memastikan pasokan air untuk kebutuhan pertanian pada Musim Tanam (MT) II tetap aman, meski wilayah tersebut mulai menghadapi musim kemarau.
Roy mengatakan, keberadaan Bendungan Leuwikeris menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga ketersediaan air untuk sejumlah daerah irigasi, termasuk Lakbok Utara dan Manganti.
āSaat ini kita fokus mempertahankan Musim Tanam II yang sedang berjalan. Untuk wilayah Banjar, Ciamis, dan Lakbok Utara dijamin aman karena sudah dibantu pasokan air dari Bendungan Leuwikeris. Jika tidak ada Leuwikeris, mungkin sudah terjadi kekeringan,ā ungkap Roy.
Ia menambahkan, berdasarkan perhitungan dan pengaturan yang dilakukan, debit air diperkirakan mencukupi hingga puncak masa panen pada September mendatang.
Melalui UPT Manganti bersama tim Operasi dan Pemeliharaan (OP), BBWS Citanduy terus melakukan pengaturan pintu-pintu air secara presisi. Langkah tersebut dilakukan agar kebutuhan air untuk pertanian maupun kebutuhan air minum masyarakat tetap dapat terpenuhi secara optimal.
Dengan demikian, Gerakan Irigasi Bersih tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran seluruh pihak bahwa keberlangsungan sistem irigasi membutuhkan peran bersama, mulai dari pemerintah hingga masyarakat dan petani sebagai penerima manfaat. (LER)



Komentar