top of page

Respons Cepat KAI Tekan Dampak Gempa, Keterlambatan Kereta Maksimal Hanya Satu Jam

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 6 Agu
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Respons cepat PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung pascagempa yang berpusat di Pangandaran berhasil meminimalkan gangguan operasional kereta api. Setelah dilakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh prasarana, perjalanan kereta kini kembali berlangsung normal.


Saat gempa terjadi pada Rabu (5/8) malam, KAI Daop 2 Bandung langsung menghentikan sementara sejumlah perjalanan kereta sebagai bagian dari prosedur keselamatan. Keputusan itu diambil agar petugas dapat memastikan kondisi jalur dan infrastruktur benar-benar aman sebelum perjalanan dilanjutkan.


Pemeriksaan dilakukan pada rel, jembatan, terowongan, wesel, sistem persinyalan, hingga berbagai fasilitas operasional lainnya. Dari hasil inspeksi tersebut, tidak ditemukan kerusakan yang dapat mengganggu keselamatan perjalanan kereta.


Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, mengatakan setiap kejadian gempa selalu direspons sesuai standar operasional yang berlaku dengan mengutamakan keselamatan penumpang.


"Keselamatan merupakan prioritas utama KAI. Setelah gempa terjadi, seluruh petugas prasarana bergerak cepat melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap seluruh aset operasional. Hasilnya, seluruh prasarana baik itu jalur rel, jembatan, dan terowongan maupun infrastruktur operasional KA dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan sehingga perjalanan kereta api dapat kembali dilanjutkan dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan," katanya, Kamis (6/8).


Kesigapan petugas di lapangan membuat dampak terhadap jadwal perjalanan relatif terbatas. Delapan perjalanan kereta yang sempat terdampak hanya mengalami keterlambatan antara 9 hingga 60 menit. Kereta tersebut meliputi KA Parcel Selatan, Lodaya, Serayu, Mutiara Selatan, Kutojaya Selatan, Commuter Line Garut, Cikuray, dan Kahuripan.


Menurut Kuswardojo, keputusan menghentikan sementara perjalanan bukan semata-mata untuk mengantisipasi gangguan operasional, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap keselamatan pelanggan.


"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Penghentian sementara perjalanan dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab KAI dalam memastikan seluruh prasarana benar-benar aman sebelum kereta api kembali dijalankan. Keselamatan pelanggan dan perjalanan kereta api tidak dapat ditawar," ujarnya.


KAI Daop 2 Bandung memastikan setiap potensi gangguan akibat bencana akan selalu ditangani sesuai prosedur. Pemeriksaan menyeluruh menjadi tahapan yang tidak dapat dilewati sebelum operasional dinyatakan aman.


Dengan seluruh jalur dinyatakan laik operasi, masyarakat tidak perlu khawatir menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung. KAI juga menyampaikan apresiasi kepada pelanggan atas pengertian dan kesabaran selama proses pemeriksaan berlangsung sehingga operasional dapat kembali normal dalam waktu singkat. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page