top of page

Resmi Dibuka Kembali, Alun-alun Bandung Bebas PKL dan Akses Masuk Diperketat

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 6 hari yang lalu
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Setelah sempat ditutup untuk menjalani evaluasi dan pembenahan, Alun-alun Kota Bandung akhirnya kembali dibuka untuk masyarakat.


Pembukaan kembali ruang terbuka publik tersebut dilakukan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, bertepatan dengan Pesta Rakyat dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).


Farhan mengatakan, pembukaan kembali Alun-alun Bandung dilakukan setelah pihaknya melakukan evaluasi sejak Januari 2026. Berbagai persoalan dan keluhan masyarakat yang sebelumnya muncul, kini telah dilakukan pembenahan.


ā€œAlhamdulillah hari ini kita sudah bisa meresmikan kembali alun-alun yang sejak Januari lalu saya evaluasi. Sekarang sudah siap,ā€ ujar Farhan di lokasi.


Meski fasilitas telah kembali siap digunakan, Farhan menekankan pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan secara berkelanjutan. Ia meminta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) bersama Kelurahan Balonggede membentuk tim khusus untuk menjaga kebersihan kawasan tersebut.


Menurutnya, tugas tim bukan sekadar membersihkan sampah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar ikut menjaga ketertiban dan kebersihan Alun-alun Bandung.


ā€œPesannya kepada Kepala DPKP dan Lurah Balonggede agar membentuk tim khusus untuk pembersihan, sambil terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga alun-alun ini,ā€ katanya.


Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung, akses masuk ke area taman untuk sementara dibatasi melalui satu pintu utama. Pengaturan akses tersebut akan dilakukan DPKP bersama unsur kewilayahan.

Farhan juga menegaskan, kawasan dalam taman harus bebas dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL).


ā€œPKL tidak boleh masuk ke dalam taman. Jelas, pasti! Kalau untuk PKL di luar area taman, penataannya kita serahkan kepada pihak kelurahan sesuai aturan,ā€ tegasnya.


Farhan mengajak masyarakat kembali memanfaatkan Alun-alun Bandung sebagai ruang interaksi sosial, tempat berkumpul bersama keluarga maupun lokasi rekreasi gratis.


ā€œBade ameng, bade botram, bade piknik mangga, tapi tetap ikuti peraturan. Kita ingin taman ini membuat seluruh warga Bandung bahagia dan tetap gratis,ā€ tuturnya.


Namun, masyarakat diminta memperhatikan jam operasional. Untuk saat ini, Alun-alun Bandung belum dibuka selama 24 jam.

Kawasan tersebut hanya dapat digunakan masyarakat mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.


Farhan mengatakan, penutupan sebelumnya dilakukan setelah banyak keluhan yang muncul pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Penutupan tersebut kemudian dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi dan pembenahan.


ā€œKenapa kemarin ditutup? Karena dari Desember sampai Januari banyak keluhan. Maka saya tutup dulu untuk diperbaiki. Mudah-mudahan tidak ada lagi yang perlu diperbaiki sehingga bisa permanen terus dibuka,ā€ pungkasnya. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page