Remaja Penjual Jasuke Tewas Dianiaya, Pemkot Tasikmalaya Perkuat Patroli Jalanan
- Admin02

- 13 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Tangis keluarga mengiringi kepergian Ikrom Maulana Malik (16), remaja penjual jagung susu keju (jasuke) yang meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan di kawasan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya.
Kematian Ikrom menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tasikmalaya bersama jajaran Forkopimda. Pemerintah berencana memperkuat patroli gabungan sekaligus memetakan titik-titik yang dianggap rawan aksi kekerasan jalanan.
Langkah tersebut disampaikan Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, saat bersama jajaran Pemkot, DPRD, Polres Tasikmalaya Kota, Kodim, dan Dinas Sosial melakukan takziah ke rumah duka di kawasan Aboh, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Bungursari, Kamis (3/9/2026).
Viman mengatakan, kasus yang menewaskan remaja 16 tahun tersebut menjadi momentum bagi pemerintah dan aparat untuk mengevaluasi sistem keamanan kota.
āHari ini saya bersama DPRD, Polres, Kodim, dan Dinsos takziah mengunjungi korban aksi kekerasan di jalan raya. Ke depan kita akan meningkatkan ketertiban dan keamanan di Kota Tasikmalaya,ā ujar Viman.
Menurutnya, upaya pencegahan akan dilakukan secara bersama-sama dengan meningkatkan patroli dan penjagaan di sejumlah ruas jalan yang dinilai rawan.
Viman menyebut Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota, Kodim, Pemkot, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) akan memperkuat kolaborasi di lapangan.
āIntensitas patroli dan penjagaan keamanan di jalan raya akan ditingkatkan. Kita petakan seluruh titik rawan kekerasan jalanan, Dishub memperbaiki penerangan jalan, dan Satpol PP memperketat penegakan perda,ā katanya.
Tragedi yang menimpa Ikrom terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di Jalan Ir. H. Juanda, tepatnya di depan eks Terminal Cilembang.
Saat itu, korban yang baru selesai bekerja dan menghadiri pertunjukan musik diduga menjadi korban penganiayaan sekelompok orang. Ikrom mengalami luka parah di bagian kepala dan kemudian menjalani perawatan intensif di RS Hermina Tasikmalaya.
Setelah tiga hari menjalani perawatan, Ikrom meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026) siang.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Januar Rangga Fardhela, mengatakan pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengungkap perkara tersebut, termasuk mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan.
Di tengah proses penyelidikan, Viman mengajak masyarakat turut menjaga keamanan lingkungan. Ia meminta warga segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan keamanan atau aktivitas kelompok yang mencurigakan.
āKeamanan dan kenyamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat kepolisian, tetapi kita semua harus berkontribusi. Jika melihat potensi gangguan, segera laporkan,ā pungkasnya. (AKA)



Komentar