top of page

Radio Jabar Siap Naik Kelas Digital, PRSSNI Bangun Ekosistem Media Masa Depan

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 17 Jun
  • 3 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Industri radio di Jawa Barat bersiap memasuki fase baru. Tidak lagi sekadar mengandalkan siaran melalui frekuensi, radio kini bergerak menuju ekosistem digital yang mengintegrasikan siaran terestrial, platform online, media sosial, hingga pemanfaatan data audiens secara terukur.


Arah transformasi tersebut menjadi fokus utama dalam Sidang Paripurna Daerah (SPD) PRSSNI Jawa Barat 2026 yang akan digelar di Kota Bandung, Kamis (18/6/2026). Forum ini menjadi momentum penting bagi insan radio untuk menyatukan langkah menghadapi perubahan perilaku masyarakat dan perkembangan teknologi yang terus bergerak cepat.


Ketua PD PRSSNI Jawa Barat, Joesoef Siregar, menegaskan bahwa industri radio harus mampu beradaptasi dengan lanskap media yang terus berubah. Menurutnya, radio saat ini tidak lagi hanya berbicara soal frekuensi, penyiar, atau iklan spot semata.


ā€œRadio tidak lagi cukup hanya menjual durasi siaran. Masa depan radio adalah bagaimana industri mampu mengelola audience, membangun komunitas, menghasilkan konten yang relevan, dan menghadirkan data yang dapat menjadi nilai tambah bagi brand maupun pemerintah,ā€ kata Joesoef dalam keterangan resminya, Rabu (17/6/2026).


Ia menjelaskan, PRSSNI Jawa Barat tengah mendorong penerapan konsep Radio Ecosystem, yakni model pengembangan industri yang menghubungkan kekuatan radio terestrial, platform digital, dan media sosial dalam satu sistem yang saling terintegrasi.


Dalam konsep tersebut, radio terestrial tetap menjadi kekuatan utama dalam menjangkau masyarakat secara luas. Sementara platform online berfungsi sebagai ruang interaksi yang memungkinkan keterlibatan audiens secara real time, dan media sosial berperan sebagai mesin amplifikasi untuk memperluas distribusi konten.


Menurut Joesoef, perubahan pola konsumsi informasi membuat radio harus bergerak dari pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri menuju kolaborasi berbasis ekosistem.


ā€œPerubahan perilaku audiens dan perkembangan teknologi mengharuskan industri radio bergerak dari pola kerja masing-masing menuju kolaborasi berbasis ekosistem,ā€ katanya.


Transformasi digital yang sedang dijalankan juga mencakup penguatan pemanfaatan data. PRSSNI Jawa Barat mendorong optimalisasi website, pengembangan layanan streaming, pemanfaatan analitik digital, hingga pembangunan dashboard audience sebagai instrumen untuk mengukur performa dan perilaku pendengar secara lebih akurat.


Langkah tersebut diyakini akan meningkatkan transparansi sekaligus memperkuat daya tawar industri radio di hadapan pengiklan, pelaku usaha, maupun pemerintah.


SPD PRSSNI Jawa Barat 2026 rencananya akan dibuka langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI), Muhammad Rafiq. Kehadiran pimpinan organisasi tingkat nasional itu menjadi bentuk dukungan terhadap transformasi yang tengah dilakukan radio-radio anggota di Jawa Barat.


Muhammad Rafiq akan didampingi Sekretaris Umum PRSSNI Karyanto P. Candi Sinaga dan Kepala Bidang Organisasi Praditya Sutrisno. Kehadiran jajaran pengurus pusat diharapkan mampu memperkuat sinergi antara kebijakan organisasi nasional dan kebutuhan pengembangan industri radio di daerah.


Forum tersebut akan diikuti enam koordinator wilayah PRSSNI se-Jawa Barat, yakni Karawang, Bandung, Priangan, Cirebon, Bogor, dan Sukabumi, bersama para perwakilan radio anggota dari berbagai daerah.


Selain membahas program kerja satu tahun terakhir, SPD juga akan menyoroti pentingnya membangun aset digital bersama sebagai fondasi masa depan industri radio. Website dan platform digital PRSSNI Jawa Barat diharapkan menjadi infrastruktur kolektif yang mampu memperkuat basis data industri sekaligus meningkatkan nilai ekonomi radio.


Dengan jaringan anggota yang tersebar di seluruh Jawa Barat, radio dinilai masih memiliki keunggulan yang sulit tergantikan, yakni kedekatan emosional dengan masyarakat, kemampuan membangun komunitas, serta komunikasi yang berlangsung secara langsung dan real time.


Melalui SPD 2026, PRSSNI Jawa Barat menegaskan bahwa radio telah berevolusi menjadi bagian dari ekosistem kreatif dan komunikasi publik. Bukan sekadar media siaran, radio kini diproyeksikan menjadi infrastruktur media daerah yang mampu menghubungkan masyarakat, industri, brand, dan pemerintah dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi. (GPWK)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page