Kemarau Meluas, Warga Priangan Timur Mulai Bergantung Distribusi Air Bersih
- Admin03

- 2 jam yang lalu
- 2 menit membaca

PRIANGAN TIMUR (PRSSNIJabar) - Kemarau panjang mulai berdampak serius terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Priangan Timur.
Kondisi tersebut dirasakan warga Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya hingga Kabupaten Tasikmalaya. Ribuan kepala keluarga kini harus mengandalkan bantuan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di Kabupaten Pangandaran, kekeringan terus meluas. Sedikitnya 23 desa yang tersebar di sembilan kecamatan telah mengajukan permintaan bantuan air bersih.
Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Cimerak, Cijulang, Parigi, Cigugur, Sidamulih, Pangandaran, Kalipucang, Padaherang hingga Mangunjaya.
BPBD Kabupaten Pangandaran bersama Tagana dan Dinsos P3A terus melakukan pendistribusian air berdasarkan permintaan masyarakat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, mengatakan hingga pekan lalu pihaknya telah menyalurkan 425.000 liter air bersih.
"Kami sudah menyuplai air bersih berdasarkan permintaan ke sejumlah desa. Hingga pekan lalu, BPBD Kabupaten Pangandaran sudah mendistribusikan air bersih mencapai 425.000 liter," kata Dodo, Kamis (20/8/2026).
11.160 Warga Ciamis Terdampak
Krisis air juga terjadi di Kabupaten Ciamis. Kekeringan tercatat melanda 15 kecamatan, 22 desa dan 38 dusun.
Sebanyak 4.323 kepala keluarga atau 11.160 jiwa terdampak akibat kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan dasar.
BPBD Kabupaten Ciamis telah menyalurkan 255.000 liter air bersih menggunakan 45 tangki distribusi.
Penanganan juga dilakukan jajaran kepolisian. Polres Ciamis bersama tim gabungan menyalurkan 4.000 liter air bersih kepada warga di Lingkungan Cimandala, Kelurahan Benteng, Sabtu (22/8/2026).
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, meminta pemerintah desa segera melapor apabila wilayahnya mulai mengalami krisis air.
"Masyarakat tidak perlu menunggu proses administrasi yang panjang ketika kondisi sudah mendesak. BPBD akan melakukan asesmen cepat di lapangan sebelum bantuan air dikirimkan," ujar Ani.
Kota Tasikmalaya Siapkan Rp1,9 Miliar
Sementara itu, krisis air di Kota Tasikmalaya berdampak terhadap 8.801 kepala keluarga atau 29.156 jiwa yang tersebar di 24 kelurahan dan delapan kecamatan.
Wilayah dataran tinggi yang belum terjangkau program Pamsimas menjadi salah satu kawasan yang mengalami kondisi paling parah.
Pemerintah Kota Tasikmalaya telah menetapkan status siaga darurat bencana hingga September 2026. Anggaran penanggulangan sebesar Rp1,9 miliar juga disiapkan.
Sekretaris Daerah Kota Tasikmalaya sekaligus Kalak BPBD, H. Asep Goparullah, mengatakan dampak kemarau tidak hanya dirasakan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air bersih.
Sektor pertanian ikut terdampak akibat gagal tanam hingga puso.
"Yang terjadi saat ini bukan hanya krisis air bersih. Dampak El Nino juga menyebabkan gagal tanam, puso, hingga lahan pertanian sulit diolah. Kerugian cukup besar terjadi di Kecamatan Tamansari, Purbaratu, dan Kawalu," kata Asep, Kamis (20/8/2026).
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Di Kecamatan Tanjungjaya, warga bahkan telah menghadapi kondisi tanpa hujan selama tiga bulan berturut-turut.
Sejumlah sumur dan mata air mulai mengering. Warga pun harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan air dengan membawa galon maupun jerigen.
Melihat kondisi tersebut, Polsek Tanjungjaya bersama Koramil, pemerintah kecamatan dan Tagana menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada masyarakat.
Distribusi air dipusatkan di Lapangan Sepak Bola Desa Tanjungjaya, Kamis (20/8/2026).
"Warga sebelumnya harus menempuh jarak sangat jauh membawa jerigen maupun galon untuk mengambil air. Pendistribusian air bersih ini akan terus berlanjut secara berkala selama sumber mata air di Tanjungjaya masih mengering," ujar Ipda Hendi.
Kondisi kekeringan yang meluas tersebut menjadi perhatian serius karena tidak hanya mengganggu kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mulai berdampak terhadap sektor pertanian.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait terus didorong mempercepat distribusi air bersih ke wilayah yang mengalami krisis, sekaligus mengantisipasi dampak kemarau yang masih berlangsung. (AST)



Komentar