top of page

QRIS dan Kuliner Lokal Disatukan BI Jabar untuk Perkuat Ekonomi Digital

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 16 Jul
  • 2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat terus memperluas penggunaan sistem pembayaran digital melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya dengan menggelar QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026 West Java Chapter, yang menggabungkan edukasi pembayaran digital dengan promosi kuliner legendaris Jawa Barat.


Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, Naniek Sekarningsih, mengatakan hingga Mei 2026 Jawa Barat masih menjadi provinsi dengan ekosistem QRIS terbesar di Indonesia. Jumlah pengguna mencapai 14,17 juta orang, sedangkan merchant yang telah menerima pembayaran QRIS mencapai 10,45 juta.


Menurut Naniek, capaian tersebut membuktikan bahwa pembayaran digital kini telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, BI terus memperluas literasi digital melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan melibatkan masyarakat secara langsung.


"Kami ingin pembayaran digital tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga menjadi sarana mendukung promosi pariwisata, kuliner, dan UMKM daerah," katanya saat membuka kegiatan di Bandung, Kamis (16/7/2026).


Secara nasional, Jawa Barat menyumbang 22,49 persen pengguna QRIS dan 22,02 persen merchant QRIS. Sementara itu, volume transaksi telah mencapai 1,87 miliar transaksi dengan nilai Rp163,74 triliun, meningkat lebih dari 90 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Melalui QJI 2026 yang digelar serentak di 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia, peserta diajak mengenal lebih dekat kuliner khas daerah sambil mengampanyekan penggunaan QRIS kepada masyarakat.


Di Jawa Barat, sebanyak 132 peserta mendaftar dalam kompetisi ini. Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, terpilih tujuh tim finalis yang akan mengikuti ekspedisi kuliner di sejumlah ikon kuliner Kota Bandung.


Lokasi yang dikunjungi meliputi Warung Bu Imas, Kupat Tahu Gempol, Bandoengsche Melk Centrale, Warung Kopi Purnama, Roti Gempol, Yogurt Cisangkuy, hingga Lontong Kari Gang Kebon Karet.


Selain menikmati kuliner, para finalis juga bertugas membuat konten digital kreatif yang mengangkat sejarah dan keunikan setiap tempat sebagai bagian dari kampanye penggunaan QRIS. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan eksposur merchant legendaris sekaligus mendorong semakin luasnya penggunaan pembayaran digital di kalangan masyarakat.


Bank Indonesia berharap sinergi antara digitalisasi transaksi, penguatan UMKM, dan pengembangan sektor pariwisata dapat menciptakan ekosistem ekonomi digital yang semakin inklusif, efisien, dan berdaya saing, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Barat secara berkelanjutan. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page