top of page

Pria Ditemukan Tewas di Bawah Warung di Banjar, Polisi Temukan Pisau dan Kayu Berdarah

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 7 Agu
  • 2 menit membaca

Banjar (PRSSNIJabar) - Warga dan pengguna jalan di kawasan Jalan Nasional Siliwangi, Ciaren, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, digemparkan dengan penemuan jasad seorang pria pada Jumat (7/8/2026) pagi.


Korban diketahui bernama Asep Kurnia (48) alias Asep Dawus, warga RT 29 RW 13, Kelurahan Karangpanimbal, Kota Banjar.


Korban ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa di sekitar warung miliknya yang biasa digunakan sebagai tempat beristirahat.

Sehari-hari, Asep dikenal warga sebagai pengatur lalu lintas atau pak ogah di kawasan pertigaan Lapangan Golf BBWS.


Selain mengatur arus kendaraan, korban juga menjalankan usaha warung kecil di lokasi tersebut.


Jasad korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Elom, sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, Elom hendak menuju warung dan terkejut melihat suaminya telah tergeletak di samping atau bawah kolong warung.


Sontak, Elom berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan tersebut kemudian berdatangan dan melaporkan kejadian itu kepada pengurus RT/RW hingga kepolisian.


Ketua RT setempat, Nana, mengatakan korban sebelumnya sempat bertemu dengan istrinya pada pagi hari. Namun, menurut informasi yang diketahuinya, korban tidak pernah bercerita sedang memiliki persoalan ataupun terlibat perselisihan dengan orang lain.


ā€œIstrinya yang pertama melihat korban tergeletak di samping tempat biasa dia istirahat di bawah kolong warung. Istrinya langsung menjerit, warga berdatangan dan melapor ke RT, RW, serta polisi. Setahu kami korban tidak ada masalah atau pertengkaran sebelumnya,ā€ ujar Nana.


Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian melakukan pemeriksaan terhadap jasad korban. Pemeriksaan dan otopsi dilakukan tim medis RSUD Kota Banjar yang dipimpin dokter forensik, dr. Hendrik, Sp.FM.


Hasil pemeriksaan menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dua luka tusuk terbuka ditemukan di bagian perut dan menembus hingga ke rongga perut. Luka tersebut mengakibatkan korban mengalami pendarahan hebat.


Selain itu, terdapat luka lebam pada bagian kening atau jidat serta dada korban.


ā€œDari hasil pemeriksaan, kita temukan luka tusuk di perut yang menembus rongga perut sehingga terjadi pendarahan hebat. Selain itu ada luka lebam di daerah kening dan dada. Penyebab utama kematian adalah pendarahan akibat luka tusuk benda tajam tersebut,ā€ jelas dr. Hendrik.


Polisi Temukan Pisau dan Kayu Bercak Darah

Kasatreskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi Sayang Buana, mengatakan polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut.


Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.


Di sekitar lokasi, polisi menemukan satu bilah pisau serta sebilah kayu yang terdapat bercak darah. Kayu tersebut ditemukan sekitar satu meter dari posisi jasad korban.


ā€œKami sudah melakukan olah TKP dan memeriksa beberapa saksi. Di lokasi kejadian, jarak kurang lebih satu meter dari mayat, kami menemukan sebatang kayu yang bercak darah serta satu bilah pisau. Saat ini barang bukti masih kami dalami,ā€ kata Iptu Pramono.


Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta menelusuri petunjuk lain yang dapat mengarah kepada pelaku.


Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian, termasuk menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas atau CCTV yang dapat membantu mengungkap peristiwa tersebut.


ā€œPelaku masih dalam proses penyelidikan (lidik). Anggota masih di lapangan untuk melakukan penyisiran. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kasus ini bisa segera terungkap,ā€ pungkasnya.


Polres Banjar hingga kini masih mendalami motif dan rangkaian kejadian yang menyebabkan Asep Kurnia meninggal dunia. Polisi juga terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap kasus tersebut. (LER)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page