Polres Banjar Bersama Pemkot dan Petani Mulai Gerakan Tanam Bawang Putih
- Admin03

- 3 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Banjar (PRSSNIJabar) - Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Banjar bersama Pemerintah Kota Banjar dan Kelompok Tani Mulyasari Mundu mulai mengembangkan budidaya bawang putih di wilayah Kota Banjar.
Gerakan penanaman perdana tersebut dilaksanakan di Desa Binangun, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan program swasembada bawang putih dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Kapolres Banjar AKBP Didi Dewantoro mengatakan, penanaman bawang putih ini merupakan langkah awal pengembangan komoditas tersebut di Kota Banjar.
Menurutnya, gerakan tersebut merupakan bagian dari penanaman serentak yang dilaksanakan di 17 provinsi di Indonesia sebagai tindak lanjut arahan Kapolri dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemberdayaan masyarakat dan petani.
"Penanaman ini menjadi langkah awal atau yang pertama kali untuk pengembangan bawang putih di Kota Banjar yang dikembangkan oleh Kelompok Tani Mulyasari Mundu," kata AKBP Didi Dewantoro.
Ia berharap budidaya bawang putih tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan semakin banyak petani.
Dengan demikian, produksi bawang putih dalam negeri diharapkan terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap pasokan impor dapat ditekan secara bertahap.
Pada penanaman perdana itu, sebanyak 200 kilogram bibit bawang putih varietas Lumbu Hijau dan Lumbu Kuning ditanam di lahan seluas sekitar 600 bata atau hampir satu hektare.
Lahan tersebut berada pada ketinggian sekitar 300 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis dan iklim di lokasi dinilai cukup mendukung untuk pengembangan tanaman hortikultura.
Sinergi antara Polres Banjar, Pemkot Banjar dan kelompok tani menjadi salah satu kekuatan dalam mengembangkan komoditas tersebut.
Tak hanya untuk memperkuat ketersediaan pangan, pengembangan bawang putih lokal juga diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kota Banjar.
Gerakan ini diharapkan tidak berhenti pada penanaman perdana, tetapi berlanjut hingga menghasilkan produksi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung program swasembada pangan nasional. (LER)



Komentar