Perkuat Lapas Bersinar, Lapas Ciamis Gelar Razia Gabungan dan Tes Urine


Ciamis (PRSSNIJabar) - Malam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Ciamis, Rabu (2/9/2026), diwarnai pemeriksaan mendadak. Petugas gabungan menyisir blok dan kamar hunian warga binaan sebagai bagian dari upaya memperketat pengawasan sekaligus mendeteksi dini potensi masuknya barang terlarang ke lingkungan pemasyarakatan.
Penggeledahan tersebut melibatkan jajaran Lapas Ciamis bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ciamis serta aparat TNI dan Polri. Seluruh blok dan kamar hunian diperiksa tanpa terkecuali.
Pemilihan waktu malam hari menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan pemeriksaan. Kondisi yang dinilai lebih kondusif memungkinkan petugas melakukan penggeledahan secara lebih efektif tanpa terganggu aktivitas rutin warga binaan pada siang hari.
Kalapas Kelas IIB Ciamis, Supriyanto, mengatakan pemeriksaan dilakukan menyeluruh untuk mendeteksi keberadaan narkotika maupun barang terlarang lainnya, seperti senjata tajam dan alat komunikasi ilegal.
āSemua kamar diperiksa. Malam hari dipilih karena situasinya lebih kondusif dibandingkan siang hari yang padat aktivitas. Kita berupaya keras agar Lapas Ciamis terbebas dari barang terlarang. Alhamdulillah, kegiatan gabungan malam ini berjalan lancar dan sukses,ā ujar Supriyanto seusai memimpin razia.
Selain penggeledahan, BNNK Ciamis melakukan tes urine terhadap 25 warga binaan. Mereka dipilih secara acak sebagai sampel yang mewakili kamar hunian.
Pemeriksaan dilakukan menggunakan alat tes cepat atau rapid test kit. Hasilnya dapat diketahui dalam waktu singkat. Dari 25 warga binaan yang menjalani pemeriksaan, seluruhnya dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Kasubag Umum BNNK Ciamis, Wijaya Dewa Brata, mengatakan keterlibatan pihaknya dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini yang dilakukan secara berkelanjutan.
Menurut Wijaya, kerja sama dengan Lapas Ciamis bukan kali pertama dilakukan. Pemeriksaan secara berkala dinilai penting untuk mempersempit celah masuknya narkotika ke lingkungan pemasyarakatan.
āKerja sama ini bukan yang pertama dan pasti bukan yang terakhir. Pemilihan 25 sampel dilakukan secara acak dan mewakili seluruh kamar hunian. Dalam beberapa menit hasilnya langsung keluar dan seluruhnya dipastikan negatif,ā kata Wijaya.
Hasil pemeriksaan tersebut menjadi catatan positif dalam kegiatan pengawasan malam itu. Namun, Lapas Ciamis tidak menjadikan hasil negatif tersebut sebagai alasan untuk mengendurkan pengawasan.
Supriyanto memastikan pemeriksaan serupa akan terus dilakukan secara berkala dan dapat digelar secara mendadak. Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan internal sekaligus upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan tertib.
Melalui penggeledahan rutin, tes urine, serta sinergi dengan BNNK dan aparat TNI-Polri, Lapas Kelas IIB Ciamis berupaya memperkuat komitmen menuju lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba atau Bersinar, sekaligus mendukung proses pembinaan warga binaan secara aman dan humanis. (AST)



Komentar