top of page

Pencarian Hari Keempat, Tim SAR Perluas Penyisiran Tekong Perahu Wisata yang Hilang di Pangandaran

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 13 Agu
  • 2 menit membaca

Pangandaran (PRSSNIJabar) - Upaya pencarian terhadap Suprianto Bin Ahmad Sudiono (48), tekong atau nakhoda perahu wisata yang hilang setelah perahunya terbalik di perairan Pantai Pangandaran, kembali dilanjutkan pada hari keempat, Kamis (13/8/2026).


Hingga pukul 09.00 WIB, warga Dusun Bojongsari RT 001/RW 001, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, tersebut belum ditemukan.


Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto mengatakan, pencarian hari keempat dilakukan dengan dua metode, yakni penyisiran melalui jalur darat dan pencarian di perairan.


Tim gabungan juga memperluas area penyisiran darat hingga radius 5 sampai 6 kilometer ke arah kanan dan kiri dari lokasi awal kejadian.


ā€œTim di lapangan telah memperluas jangkauan penyisiran darat hingga radius lima sampai enam kilometer ke arah kanan dan kiri dari titik lokasi kejadian. Hingga laporan ini disampaikan, pencarian masih belum membuahkan hasil,ā€ kata Sakio.


Meski demikian, tim SAR masih optimistis Suprianto dapat segera ditemukan. Secara teknis, korban tenggelam diperkirakan dapat muncul ke permukaan setelah beberapa hari.


ā€œKita tetap optimistis dan terus melakukan pencarian,ā€ ujarnya.


Harapan serupa disampaikan pihak keluarga yang berharap Suprianto segera ditemukan dalam kondisi apa pun.


Untuk pencarian hari ini, tim gabungan akan melanjutkan penyisiran darat sesuai radius yang telah diperluas. Selain itu, pemantauan di jalur laut dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan korban muncul ke permukaan.


Koordinasi antara SAR Barakuda Pangandaran, tim gabungan dan keluarga korban juga terus dilakukan selama operasi pencarian berlangsung.


Sebelumnya, kecelakaan laut terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Saat itu, Suprianto mengemudikan perahu jenis katir bernama Karya Berkah untuk mengantarkan sejumlah nelayan yang hendak melaut.


Perahu baru saja meninggalkan bibir pantai di depan Pos 3 Balawista Pangandaran ketika tiba-tiba dihantam gelombang tinggi.

Kondisi tersebut membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.


Sejumlah nelayan yang berada di atas perahu berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju tepian pantai.

Namun, Suprianto tidak berhasil menyelamatkan diri dan diduga terseret arus laut yang cukup deras.


Pencarian hari pertama sempat dihentikan menjelang malam karena jarak pandang terbatas serta kondisi cuaca yang kurang mendukung.


Memasuki hari keempat, tim gabungan masih terus berupaya menemukan keberadaan Suprianto dengan memperluas wilayah pencarian baik melalui jalur darat maupun perairan. (AST)


Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page