Pemprov Jabar Ambil Alih Teras Cihampelas, Wajah Baru Ditarget Rampung Oktober 2026
- Admin02

- 2 Agu
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Pengelolaan kawasan Teras Cihampelas resmi beralih dari Pemerintah Kota Bandung ke Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah dan Berita Acara Serah Terima di Balai Kota Bandung, Rabu 29 Juli 2026 lalu.
Langkah ini menjadi awal dari penataan ulang salah satu ikon wisata dan pusat industri kreatif Kota Bandung. Pemprov Jabar menargetkan wajah baru Cihampelas selesai dibangun pada Oktober 2026.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyebut kolaborasi dengan Pemkot Bandung merupakan bentuk keseriusan menyelesaikan persoalan perkotaan secara konkret. Ia menegaskan, peran pemerintah provinsi kini tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga turun langsung ke urusan teknis di lapangan.
"Provinsi Jabar saat ini tidak lagi sekadar mengurusi administrasi, tetapi juga hal teknis. Barangkali ini pertama kalinya dalam sejarah, pemerintah provinsi membangun trotoar dan taman. Fokus penataan seperti ini diperuntukkan bagi kawasan pusat perkotaan, sementara untuk wilayah pedesaan kami fokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan," ujar KDM, sapaan akrab Gubernur, dalam keterangannya, Minggu (2/8).
Setelah penyerahan aset, Pemprov Jabar akan segera menuntaskan proses administrasi sebagai dasar dimulainya pengerjaan fisik. Dedi berharap Cihampelas bisa kembali menjadi destinasi utama yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Setelah Teras Cihampelas diserahkan ke Pemdaprov, selanjutnya kami langsung melakukan penataan administrasi untuk membenahi Cihampelas. Tujuannya agar kawasan ini kembali seperti dulu; menjadi pusat industri kreatif, barometer mode, serta pusat kunjungan warga dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara," tuturnya.
Gubernur juga melihat peluang besar dari dibukanya kembali penerbangan di Bandara Husein Sastranegara. Menurutnya, penataan Cihampelas yang menarik akan mendorong wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei datang lebih lama ke Bandung.
"Dengan beroperasinya kembali Bandara Husein, saya yakin akan semakin banyak turis dari Malaysia, Singapura, dan Brunei yang kembali datang. Mereka sering kali datang hanya untuk potong rambut atau perawatan wajah, sehingga akhirnya menginap lebih lama. Karena sumber pendapatan kota bertumpu pada pajak hotel dan restoran, kawasan publik harus ditata semenarik mungkin agar mengundang banyak kunjungan," ungkapnya.
Untuk proses pembangunan, Pemprov Jabar menargetkan seluruh administrasi selesai dalam satu bulan. Lelang pengerjaan akan dilakukan secara terbuka agar berjalan transparan.
"Urusan administrasi dan segala macamnya ditargetkan selesai dalam satu bulan, sehingga Oktober seluruh pengerjaan fisik sudah rampung," tegas Dedi.
Ia juga memastikan tidak akan ada praktik penyimpangan dalam proyek ini.
"Selama kita memiliki niat yang baik dan proses berjalan transparan, tanpa ada praktik fee yang menyimpang dalam lelang, selama kita lurus-lurus saja semua orang akan memahami itu," imbuhnya.
Sementara ditemui usai penandatanganan, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengapresiasi sinergi antara Pemkot dan Pemprov. Menurutnya, penyerahan Teras Cihampelas adalah salah satu dari tiga isu strategis yang telah diselesaikan bersama.
"Alhamdulillah, semoga terjalin sinergi yang luar biasa antara Pemkot dan Pemdaprov. Dari tiga isu utama yang sempat kami bahas bersama Pak Gubernur, semuanya sudah berjalan baik. TPPAS Legok Nangka sudah groundbreaking, dan hari ini Teras Cihampelas resmi diserahterimakan. Tiga isu paling ramai antara saya dan Pak Gubernur, beres," kata Farhan.
Penataan Teras Cihampelas diharapkan tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali denyut ekonomi kreatif, perdagangan, dan pariwisata di pusat Kota Bandung. (IGN)



Komentar