Pemkot Bandung Dorong Ekonomi Lewat Festival Belanja dan Produk Kreatif
- Admin03

- 9 Jun
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Pemerintah Kota Bandung resmi memulai rangkaian Bulan Belanja Bandung (BBB) 2026 dengan membuka Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java Mall, Senin 8 Juni 2026.
Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menggerakkan roda ekonomi sekaligus memperkuat citra Kota Bandung sebagai destinasi wisata belanja dan ekonomi kreatif.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, Bulan Belanja Bandung bukan sekadar agenda tahunan, melainkan strategi jangka panjang untuk mendorong pertumbuhan sektor perdagangan dan pariwisata.
Menurutnya, berbagai festival belanja yang digelar sepanjang Juni hingga Agustus 2026 disiapkan untuk memanfaatkan tingginya kunjungan wisatawan pada musim liburan sekaligus menjaga perputaran ekonomi pada periode kunjungan rendah.
āIni adalah upaya yang sudah kami siapkan selama berbulan-bulan. Dari Juni hingga Agustus berbagai festival belanja akan digelar dan Pasar Kreatif menjadi salah satu momentum awal yang penting,ā kata Farhan.
Ia optimistis sektor pariwisata Kota Bandung akan semakin bergairah seiring rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara. Karena itu, menurutnya, pelaku usaha harus siap menghadirkan produk dan pengalaman berbelanja yang berkesan bagi wisatawan.
āWisatawan yang datang ke Bandung jangan sampai pulang dengan tangan kosong. Infrastruktur menjadi tugas pemerintah, sementara pengalaman berbelanja yang menarik menjadi tanggung jawab para pelaku usaha,ā ujarnya.
Farhan menilai kekuatan utama Bandung terletak pada kreativitas para pelaku usaha yang mampu menghadirkan produk dengan karakter dan nilai emosional yang kuat.
āKarya kreatif harus punya greget dan rasa. Itu yang membuat Bandung berbeda dari kota lain. Mungkin kita tidak unggul dalam segala hal, tetapi kreativitas dan jiwa yang ada dalam produk-produk Bandung menjadi kekuatan tersendiri,ā tuturnya.
Di sisi lain, Farhan mengingatkan adanya tantangan ekonomi yang harus diantisipasi, terutama terkait ketersediaan pasokan barang. Tingginya daya beli masyarakat, kata dia, harus diimbangi dengan peningkatan produksi agar harga tetap terkendali.
āPR kita ada di sisi suplai. Daya beli masyarakat cukup baik, sehingga produksi perlu terus ditingkatkan agar stabilitas harga tetap terjaga,ā katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin menjelaskan, Pasar Kreatif Bandung 2026 menjadi wadah promosi dan pemasaran bagi pelaku usaha lokal.
Tahun ini, sebanyak 339 pelaku usaha ambil bagian, terdiri atas 169 sektor fesyen, 78 kriya, dan 92 kuliner. Menariknya, sekitar 40 persen peserta merupakan pelaku usaha baru yang mendapat kesempatan memperluas pasar.
āProgram ini menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas,ā ujar Ronny.
Ia menambahkan, Pasar Kreatif Bandung akan digelar bergiliran di delapan pusat perbelanjaan hingga awal Agustus 2026. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, program ini berhasil membukukan transaksi hingga Rp10,1 miliar dengan melibatkan lebih dari 300 pelaku usaha.
Selain Pasar Kreatif, rangkaian Bulan Belanja Bandung 2026 juga akan menghadirkan Indonesia Shopping Festival pada 7-23 Agustus, Hari Belanja Diskon Indonesia pada 17-30 Agustus, serta puncak acara Bandung Great Sale yang berlangsung pada 21-23 Agustus 2026.
Ronny menegaskan, keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola pusat perbelanjaan yang bersama-sama membuka peluang promosi lebih luas bagi UMKM.
āKetika pelaku usaha berkembang, lapangan kerja akan bertambah dan ekonomi daerah semakin kuat,ā pungkasnya. (AMJ)



Komentar