top of page

Pembiayaan UMKM Jabar Tembus Rp186,4 Triliun

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 14 Jun
  • 2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Barat terus diperkuat. Hingga Maret 2026, total kredit UMKM yang disalurkan di Jawa Barat mencapai Rp186,4 triliun dengan lebih dari 3,45 juta rekening, menunjukkan besarnya dukungan sektor jasa keuangan terhadap pertumbuhan usaha masyarakat.


Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat menunjukkan pembiayaan tersebut masih menjadi salah satu motor utama penggerak ekonomi daerah. Ketersediaan modal usaha dinilai berperan penting dalam meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, sekaligus memperkuat daya saing UMKM di tengah dinamika perekonomian yang terus berkembang.


Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, mengatakan bahwa penguatan akses pembiayaan bagi UMKM menjadi bagian penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.


ā€œPembiayaan UMKM dan KUR bukan sekadar angka statistik, tetapi menjadi instrumen nyata untuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan akses pembiayaan yang semakin luas, pelaku usaha memiliki kesempatan untuk berkembang, meningkatkan kapasitas usaha, dan menciptakan lapangan pekerjaan,ā€ kata Darwisman dalam keterangan resminya, Sabtu (13/6/2026).


Berdasarkan data per sektor ekonomi, penyaluran kredit UMKM terbesar masih terserap oleh sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang mencapai 48,52 persen dari total kredit UMKM. Sementara sektor Industri Pengolahan menyumbang 15,25 persen.


Meski demikian, sejumlah sektor mengalami perlambatan seiring meningkatnya risiko kredit. Penurunan penyaluran tercatat pada sektor perdagangan, industri pengolahan, pengangkutan dan pergudangan, serta aktivitas jasa lainnya.


Di tengah kondisi tersebut, beberapa sektor justru menunjukkan pertumbuhan positif. Sektor Real Estate misalnya, tumbuh 24,40 persen secara tahunan dengan tingkat kredit bermasalah yang relatif terkendali. Selain itu, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan turut memberikan kontribusi signifikan dengan nilai pembiayaan mencapai Rp15,33 triliun.


Sementara itu, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat juga terus menunjukkan kinerja yang baik. Hingga Maret 2026, sebanyak 144.406 pelaku usaha telah menerima KUR dengan total penyaluran mencapai Rp9,43 triliun. Dari jumlah tersebut, KUR Mikro mendominasi dengan nilai Rp5,28 triliun yang disalurkan kepada lebih dari 125 ribu debitur.


Capaian tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan penyaluran KUR terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Tengah dan Jawa Timur.


Darwisman menegaskan, OJK Jawa Barat akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, perbankan, dan komunitas UMKM agar akses pembiayaan semakin merata.


ā€œSelain memperluas akses pendanaan, kami juga terus meningkatkan literasi keuangan agar pelaku UMKM mampu mengelola pembiayaan secara sehat, memahami risiko usaha, serta terhindar dari praktik keuangan ilegal. Dengan ekosistem yang kuat, UMKM akan semakin kokoh menjadi tulang punggung perekonomian Jawa Barat,ā€ katanya.


Melalui penguatan pembiayaan, edukasi keuangan, dan pengawasan yang berkelanjutan, UMKM diharapkan mampu terus tumbuh dan menjadi pendorong utama kesejahteraan masyarakat serta stabilitas ekonomi Jawa Barat. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page