top of page

Panjat Tebing Makin Populer, 200 Atlet Berlaga di Bandung

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 14 Agu
  • 2 menit membaca



Bandung (PRSSNIJabar) - Semangat kemerdekaan terasa berbeda di Kota Bandung. Bukan hanya lewat berbagai ornamen Merah Putih, tetapi juga melalui aksi para pemanjat tebing yang beradu kekuatan, teknik, dan strategi dalam EIGER Independence Sport Climbing Competition (EISCC) ke-17.


Digelar di EIGER Adventure Flagship Store, Jalan Sumatra, Kota Bandung, Jumat (14/8/2026), kompetisi ini diikuti lebih dari 200 atlet dari berbagai daerah. Sejumlah nama yang sudah memiliki reputasi di tingkat nasional dan dunia turut ambil bagian.


Kehadiran Putra Tri Ramadani alias Srondeng menjadi salah satu daya tarik utama. Atlet asal Indonesia tersebut tengah berada dalam momentum positif setelah mencatat prestasi gemilang di World Climbing Series di Prague pada Juni 2026.


Srondeng berhasil merebut medali emas nomor lead, sekaligus mengalahkan sejumlah pemanjat papan atas dunia. Capaian itu menunjukkan bahwa atlet Indonesia semakin mampu bersaing dalam cabang olahraga yang menuntut kekuatan fisik sekaligus kecermatan membaca jalur.


Di EISCC ke-17, Srondeng kembali turun di nomor lead. Ia akan berhadapan dengan sejumlah atlet unggulan lainnya, di antaranya Alma Ariella, Sukma Lintang, Raji’ah Sallsabillah, Rahmad Adi, dan Raharjati Nursamsa.


Bagi panitia, persaingan para atlet elite tersebut menjadi bagian penting dari perkembangan olahraga panjat tebing. Namun, EISCC tidak hanya dirancang sebagai kompetisi bagi atlet profesional.


Ketua Pelaksana EISCC 2026 Nara Witaraga mengatakan, penyelenggara membuka sejumlah kategori yang memungkinkan masyarakat dan komunitas ikut merasakan atmosfer kompetisi.


ā€œEISCC tahun ini bukan hanya untuk atlet profesional. Kami juga menghadirkan Speed Rookie bagi mahasiswa pencinta alam, Spray Challenge untuk peserta non-atlet, serta Fun Boulder yang bisa diikuti dan dinikmati masyarakat,ā€ ujar Nara.


Menurut Nara, tingginya minat peserta dari berbagai daerah menjadi sinyal bahwa panjat tebing semakin berkembang sebagai olahraga yang diminati masyarakat.


ā€œKomunitas panjat, klub panjat, bahkan sekolah-sekolah panjat dari banyak daerah ikut mendaftarkan timnya. Ini menunjukkan ekosistem panjat tebing Indonesia sedang tumbuh. Kami berharap EISCC menjadi ruang yang positif untuk mempertemukan dan mengembangkan ekosistem tersebut,ā€ katanya.


Perkembangan panjat tebing nasional juga memiliki hubungan panjang dengan EIGER. Jejak tersebut bermula dari Ekspedisi Gunung Eiger pada 1986 yang digagas Harry Suliztiarto. Perjalanan itu kemudian ikut mendorong lahirnya organisasi panjat tebing nasional.


Mamay S. Salim, salah satu pendiri Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sekaligus EIGER Adventure Technical Advisor, mengatakan hubungan tersebut terus berkembang hingga lahirnya EISCC pada 2001.


ā€œSejak itu, EIGER dan panjat tebing Indonesia tumbuh bersama. EISCC menjadi bagian dari perjalanan tersebut dan secara konsisten digelar hingga edisi ke-17 tahun ini,ā€ kata Mamay.


Dari arena kompetisi tersebut, regenerasi atlet terus berlangsung. Indonesia kini memiliki sejumlah pemanjat yang mampu berbicara di level dunia, termasuk Veddriq Leonardo yang meraih medali emas Olimpiade Paris 2024.


EISCC ke-17 pun menjadi momentum untuk melihat lebih dekat perkembangan olahraga panjat tebing Indonesia. Digelar gratis dan terbuka untuk umum, kompetisi ini sekaligus mengajak masyarakat merayakan kemerdekaan melalui olahraga, sportivitas, dan prestasi. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page