Pangdam Siliwangi Kukuhkan Pengurus PSM Jabar-Banten, Siap Cetak Atlet dan Jaga Budaya Bangsa
- Jaenal mutakin
- 8 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Komitmen melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa terus diperkuat. Hal itu ditandai dengan pengukuhan Pengurus Provinsi (Pengprov) Pencak Silat Militer (PSM) Jawa Barat dan Banten yang digelar di Makodam III/Siliwangi, Bandung, Rabu (10/6/2026).
Pangdam III/Siliwangi, Mayjen TNI Kosasih, mengatakan pengukuhan pengurus PSM menjadi langkah penting untuk mendorong perkembangan pencak silat di berbagai daerah sekaligus memperluas pembinaan generasi muda.
"Hari ini kita mengukuhkan pengurus Pencak Silat Militer Provinsi Jawa Barat dan Banten. Mudah-mudahan dengan dikukuhkannya para pengurus ini, PSM bisa terus maju dan berkembang di setiap wilayah," ujar Pangdam.
Menurutnya, keberadaan PSM bukan hanya diperuntukkan bagi lingkungan militer, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan masyarakat melalui olahraga bela diri asli Indonesia.
"Pencak silat adalah budaya bangsa kita. Karena itu kita sendiri yang harus menjaga, melindungi dan mengembangkannya," katanya.
Pangdam menuturkan, saat ini pencak silat telah berkembang hingga ke berbagai negara, termasuk kawasan Eropa dan Amerika. Karena itu, bangsa Indonesia tidak boleh lengah dalam menjaga eksistensi warisan budaya tersebut.
"Jangan sampai negara lain berkembang pesat dalam pencak silat, sementara kita justru redup. PSM hadir untuk menjaga dan mengembangkan pencak silat sekaligus meningkatkan kualitas atlet-atlet pencak silat Indonesia," tegasnya.
Sementara itu Ketua Umum IPSI Jawa Barat, Phinera Wijaya, mengapresiasi perkembangan Pencak Silat Militer yang dinilainya sangat pesat sejak dikukuhkan secara nasional pada 23 Mei 2025.
Menurutnya, dalam kurun waktu satu tahun, PSM telah menunjukkan keseriusan dalam melestarikan budaya bangsa sekaligus membangun prestasi olahraga pencak silat.
"Kami sangat yakin Pencak Silat Militer, khususnya di Jawa Barat, akan berkembang semakin pesat. Ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pencak silat menuju pentas dunia dan cita-cita besar menuju Olimpiade," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam III/Siliwangi yang dinilai memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pencak silat melalui pembentukan dan pengukuhan kepengurusan PSM di wilayah Jawa Barat dan Banten.
Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Jasmani Angkatan Darat (Kadisjasad), Andri Amjaya Kusumah, mengungkapkan bahwa pengukuhan Pengprov PSM Jawa Barat dan Banten merupakan kepengurusan ke-11 dari total 38 provinsi yang ditargetkan terbentuk di seluruh Indonesia.
"Hari ini yang dikukuhkan adalah pengurus ke-11. Pada saat yang sama juga dilakukan pengukuhan di wilayah Kodam I/Bukit Barisan. Ini menunjukkan bahwa pembentukan organisasi PSM terus berjalan secara bertahap di seluruh Indonesia," katanya.
Andri menjelaskan, sejak dibentuk pada 2025, PSM telah melahirkan atlet-atlet potensial dan pelatih inti yang disiapkan untuk mengembangkan pencak silat di seluruh satuan TNI Angkatan Darat.
Pada tahun 2026, lanjut dia, program pembinaan juga diperkuat melalui pendidikan dan pelatihan pelatih dalam dua gelombang guna mencetak instruktur di satuan-satuan jajaran TNI AD.
"Ini bukti keseriusan kami. PSM dikembangkan secara terorganisir dan sistematis. Bahkan Kepala Staf TNI Angkatan Darat telah memerintahkan agar PSM menjadi olahraga bela diri wajib di seluruh satuan jajaran TNI Angkatan Darat," ujarnya.
Ia berharap kepengurusan PSM di bawah naungan Kodam III/Siliwangi mampu terus melahirkan prestasi dan berkontribusi dalam pembinaan atlet pencak silat nasional, termasuk menyongsong penyelenggaraan Piala Kasad III pada akhir tahun 2026.
"Semoga pengurus daerah PSM Kodam III/Siliwangi beserta jajarannya terus berprestasi dan menjadi motor penggerak perkembangan pencak silat di Indonesia," pungkasnya. (AMJ)



Komentar