top of page

Gandeng Akademisi, Polda Jabar Luncurkan Pusat Studi Kepolisian di Unla

  • Gambar penulis: Jaenal mutakin
    Jaenal mutakin
  • 8 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Kepolisian Daerah Jawa Barat terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan akademisi. Langkah itu ditandai dengan peluncuran Posko Pusat Studi Kepolisian dan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar bersama Universitas Langlang Buana (Unla), di Kampus Unla, Kota Bandung, Rabu (10/6/2026).


Kapolda Jabar, Rudi Setiawan, menyambut baik lahirnya pusat studi tersebut. Menurutnya, kerja sama antara Polda Jabar dan Unla bukanlah hubungan yang baru dibangun, melainkan memiliki ikatan sejarah yang cukup kuat.


"Universitas Langlang Buana ini memiliki keterkaitan erat dengan Polda Jabar. Beberapa pendirinya merupakan mantan pejabat Polda Jabar. Karena itu hubungan baik ini harus terus dibina dan dikembangkan," ujar Rudi Setiawan.


Kapolda menilai berbagai persoalan sosial yang berkembang saat ini semakin kompleks dan tidak dapat diselesaikan hanya oleh institusi kepolisian semata. Dibutuhkan keterlibatan akademisi untuk memberikan kajian ilmiah dan rekomendasi yang dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan maupun langkah-langkah pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Menurutnya, berbagai persoalan seperti ketidaktertiban lalu lintas, kemiskinan, kesenjangan sosial hingga munculnya aksi-aksi anarkisme menjadi tantangan yang membutuhkan pendekatan multidisiplin.


"Kami membutuhkan masukan dan pemikiran dari para akademisi yang kredibel. Kajian ilmiah sangat penting untuk membantu mencari solusi terhadap berbagai persoalan kamtibmas yang terjadi di Jawa Barat," katanya.


Bersamaan dengan peluncuran pusat studi tersebut, Polda Jabar dan Unla juga menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang membahas fenomena anarkisme dalam penyelesaian berbagai persoalan sosial di masyarakat.


Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unla sekaligus Kepala Pusat Studi Ilmu Kepolisian Unla, Ahmad Johan, menjelaskan bahwa pusat studi ini diharapkan menjadi wadah strategis yang mempertemukan dunia akademik dengan praktisi kepolisian.


Menurutnya, keberadaan pusat studi tersebut akan menjadi ruang diskusi, penelitian dan pengembangan gagasan yang dapat melahirkan berbagai rekomendasi berbasis keilmuan untuk mendukung tugas-tugas kepolisian maupun pembangunan hukum di Indonesia.


"Harapannya pusat studi ini menjadi referensi bagi akademisi dan praktisi hukum dalam mengkaji berbagai isu kepolisian dan hukum. Dari forum-forum yang akan rutin dilakukan, kami ingin menghasilkan rekomendasi yang solutif dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Secara kelembagaan, Pusat Studi Kepolisian berada langsung di bawah supervisi Rektor Unla dengan koordinasi yang terus dibangun bersama Polda Jabar. Kehadirannya juga menjadi bagian dari upaya kampus dalam menjalankan Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, khususnya terkait kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page