Panen Perdana Benih Bawang Merah Permata Galuh Tembus 16 Ton, Ciamis Siapkan Perluasan Lahan
- Admin02

- 14 jam yang lalu
- 2 menit membaca

Ciamis (PRSSNIJabar) - Kabupaten Ciamis mulai menunjukkan potensinya sebagai daerah penghasil benih bawang merah unggulan. Melalui kolaborasi Kelompok Tani Satria Perkasa Nusantara bersama berbagai pihak, panen perdana benih bawang merah varietas Permata Galuh berhasil mencatat hasil yang menggembirakan.
Panen perdana yang digelar di lahan seluas 2 hektare itu dihadiri Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah. Dari lahan tersebut, produksi benih bawang merah mencapai hampir 16 ton. Bahkan, pada lahan seluas setengah hektare mampu menghasilkan sekitar 8 ton.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menyebut keberhasilan tersebut menjadi langkah awal pengembangan pembenihan bawang merah di Kabupaten Ciamis.
"Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama dengan rekanan Kelompok Tani Satria Perkasa. Di Ciamis kita berhasil mengadopsi pembenihan bawang merah, menghasilkan benih bibit bawang super," ujarnya.
Selain fokus pada pembenihan, kelompok tani juga menerapkan pola tanam tumpang sari. Dalam satu hamparan lahan, bawang merah ditanam berdampingan dengan jahe gajah, cabai ori, dan jagung. Pola tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi lahan sekaligus memperkuat produktivitas pertanian.
Ketua Kelompok Tani Satria Perkasa Nusantara, H. Endang, mengatakan pengembangan benih Permata Galuh berangkat dari sulitnya memperoleh bibit berkualitas di pasaran. Menurutnya, pembenihan juga memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding menjual bawang konsumsi.
"Sekarang susah mencari benih. Kalau dijual ke pasar harganya turun, jadi kami fokus pembenihan agar lebih tinggi nilainya. Harga benih saat ini Rp60.000 sampai Rp70.000 per kilogram, dan sudah banyak yang pesan," katanya.
Melihat tingginya minat pasar, kelompok tani berencana memperluas areal pembenihan menjadi 5 hektare di Desa Wanasigra. Pengembangan tersebut akan melibatkan masyarakat setempat dengan dukungan pemerintah desa agar produksi benih dapat terus meningkat.
Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis turut memberikan apresiasi terhadap inovasi tersebut. Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, Eka Dyah Utami, menyatakan pihaknya akan mendampingi proses sertifikasi agar benih yang dihasilkan memiliki standar mutu dan legalitas yang jelas.
"Kami akan mendorong sertifikasi GAP (Good Agricultural Practice) agar benih bawang merah ini memiliki legalitas. Dengan luas 2 hektare, produksi ini juga membantu menekan inflasi akibat harga cabai dan bawang merah," ungkapnya.
Keberhasilan panen perdana Permata Galuh diharapkan menjadi awal lahirnya sentra benih bawang merah di Ciamis. Selain membantu memenuhi kebutuhan benih dalam negeri, inovasi ini juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan petani melalui produk bernilai tambah tinggi. Dengan rencana perluasan lahan dan dukungan sertifikasi, benih bawang merah asal Ciamis diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (AST)




Komentar