top of page

Bikin Laporan Palsu Dibegal, Ganes Terancam Hukum

Gambar penulis: Admin03
Admin03
2 jam yang lalu
3 menit membaca

Garut (PRSSNIJabar) - Skenario pembegalan yang dibuat GM (24) alias Ganes Melasrana akhirnya terbongkar. Pemuda asal Garut itu ternyata bukan korban pencurian dengan kekerasan (curas), melainkan sengaja merekayasa kejadian untuk menutupi uang perusahaan yang telah digunakannya.


Ganes kini diamankan Satreskrim Polres Garut dan menjalani pemeriksaan. Ia terancam berurusan dengan hukum setelah terbukti membuat laporan palsu.


Untuk meyakinkan ceritanya, Ganes bahkan membuat luka sayatan pada lengan kirinya menggunakan silet. Luka tersebut kemudian dibebat perban dan ditampilkan seolah-olah akibat serangan pelaku begal.


Padahal, luka itu dibuat sendiri untuk memperkuat cerita bahwa dirinya menjadi korban pembegalan.


Rekayasa tersebut dilakukan Ganes karena uang perusahaan sebesar Rp2,1 juta yang berada dalam penguasaannya telah terpakai untuk kepentingan pribadi.


Kasus ini bermula saat Ganes mendatangi Polsek Tarogong Kaler, Kamis (17/9/2026).


Kepada polisi, ia mengaku menjadi korban begal di sekitar CafƩ Balong, Jalan Cilopang, Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.


Dalam laporannya, Ganes mengaku dibegal tiga orang tak dikenal yang menggunakan dua sepeda motor.


Ia menyebut para pelaku menarik tas miliknya dan mengayunkan senjata tajam hingga mengenai pundak serta lengan kirinya. Jok sepeda motornya juga disebut dirusak.


Tak berhenti di situ. Ganes mengaku tas miliknya berisi uang tunai Rp2 juta, kartu ATM dan satu unit ponsel Samsung A07 turut dibawa kabur pelaku.


Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti Team Sancang Satreskrim Polres Garut yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Herman Saputra.


Kasi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi membenarkan adanya laporan tersebut.

Petugas langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), penyisiran lokasi hingga memeriksa rekaman CCTV di sekitar kawasan Jalan Cilopang pada Jumat (18/9/2026).


Tak Ada Saksi, Cerita Mulai Terbongkar

Penyelidikan polisi justru menemukan sejumlah kejanggalan.

Tidak ditemukan indikasi yang menguatkan adanya aksi pembegalan seperti yang dilaporkan Ganes. Polisi juga tidak menemukan saksi yang melihat kejadian tersebut.


Pemeriksaan kemudian dilakukan lebih mendalam. Hingga akhirnya, cerita yang disampaikan Ganes runtuh.


Ia mengakui bahwa pembegalan tersebut hanya rekayasa.


Kasat Reskrim Polres Garut AKP Herman Saputra mengatakan, luka pada lengan kiri Ganes ternyata dibuat sendiri menggunakan silet yang dibelinya dari toko dekat rumah.


ā€œLuka di lengan kirinya ternyata dibuat sendiri menggunakan silet yang dibeli dari toko dekat rumahnya,ā€ ungkap Herman.


Kejanggalan lain juga terungkap dari ponsel Samsung A07 yang sebelumnya disebut dirampas begal.


Ponsel tersebut ternyata sudah digadaikan Ganes sehari sebelum laporan pembegalan dibuat. Polisi bahkan menemukan surat bukti gadai ponsel tersebut di wilayah Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.


Sementara uang perusahaan sebesar Rp2,1 juta yang menjadi alasan utama rekayasa tersebut telah habis digunakan untuk kepentingan pribadi.


Adapun tas selempang yang disebut dibawa kabur begal ternyata juga dibuang sendiri oleh Ganes di kawasan Jalan Letjen Ibrahim Adjie.


Minta Maaf Usai Kebohongan Terbongkar

Setelah seluruh rekayasa terbongkar, Ganes menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Garut melalui rekaman video di Mako Unit Sancang Polres Garut.


ā€œNama saya Ganes Melasrana, ingin mengklarifikasi dan mohon maaf kepada seluruh masyarakat Garut atas kegaduhan video viral saya dibegal. Kejadian sebenarnya saya tidak pernah menjadi korban begal,ā€ kata Ganes.


Ia mengakui luka pada lengan kirinya bukan akibat serangan begal, melainkan sengaja dibuat sendiri untuk menutupi uang perusahaan yang telah digunakan.


ā€œLuka di lengan kiri saya bukan karena dibegal, tapi sebuah rekayasa yang saya buat untuk menutupi uang perusahaan yang terpakai dan tidak sanggup saya ganti,ā€ ujarnya.


Saat ini Ganes masih menjalani pemeriksaan intensif di Mako Polres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Polres Garut mengingatkan masyarakat agar tidak membuat laporan palsu. Setiap laporan yang masuk akan ditindaklanjuti melalui proses penyelidikan untuk memastikan kebenaran peristiwa yang dilaporkan. (AST_SLT)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page