OJK Jabar Perkuat Literasi Keuangan Penyandang Disabilitas
- Admin02

- 2 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Upaya meningkatkan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas terus diperkuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat. Melalui Program DIA KITA (Disabilitas Berdaya, Keuangan Inklusif Tercipta), OJK mendorong agar kelompok disabilitas memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan sekaligus akses yang lebih luas terhadap layanan jasa keuangan yang aman dan legal.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan edukasi keuangan yang digelar bagi anggota Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI) Kota Bandung di SLB Negeri A Bandung, Rabu (10/6) lalu. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi OJK Provinsi Jawa Barat bersama bank bjb, PERTUNI Kota Bandung, serta Duta Literasi Keuangan OJK Jawa Barat yang juga Certified Financial Planner, Farizy Yunaz.
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, mengatakan bahwa setiap warga negara, termasuk penyandang disabilitas, memiliki hak yang sama untuk memperoleh akses terhadap layanan keuangan. Karena itu, diperlukan ekosistem yang mampu menghadirkan layanan keuangan yang inklusif, mudah dijangkau, serta sesuai dengan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
"Literasi dan akses keuangan merupakan kebutuhan dan hak dasar bagi setiap orang. Melalui edukasi yang tepat, penyandang disabilitas diharapkan mampu mengelola keuangan secara lebih baik, meningkatkan kemandirian finansial, serta terhindar dari berbagai risiko aktivitas keuangan ilegal," ucap Darwisman dalam rilis update, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, peningkatan literasi keuangan tidak hanya bertujuan mengenalkan produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat dalam menyusun perencanaan keuangan, mengelola pengeluaran, menabung, hingga memilih produk keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Masih rendahnya tingkat inklusi keuangan di kalangan penyandang disabilitas menjadi tantangan tersendiri. Berdasarkan data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), kepemilikan rekening pada kelompok disabilitas masih berada di bawah masyarakat nondisabilitas. Begitu pula akses terhadap kredit maupun pembiayaan formal yang hingga kini belum optimal.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa edukasi keuangan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak penyandang disabilitas yang mampu memanfaatkan layanan keuangan formal secara mandiri dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai produk dan layanan perbankan melalui Program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu) yang dijalankan bank bjb. Program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat berbasis komunitas sekaligus memperluas akses layanan keuangan yang inklusif.
Melalui Program DIA KITA, OJK Jawa Barat berharap kolaborasi antara regulator, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, komunitas disabilitas, dan masyarakat dapat terus diperkuat. Dengan begitu, semakin banyak penyandang disabilitas yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta akses terhadap produk dan layanan keuangan yang aman, legal, dan sesuai kebutuhan sehingga mampu mewujudkan kemandirian finansial serta meningkatkan kesejahteraan hidup para penyandang disabilitas. (IGN)



Komentar