Musda XII SOKSI Jabar, Regenerasi Kepemimpinan dan Biografi Mang Yod Jadi Sorotan
- Admin03

- 11 menit yang lalu
- 4 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Wilayah IX Jawa Barat menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XII di Hotel Horison, Kota Bandung, Sabtu (29/8/2026).
Musda yang berlangsung selama dua hari tersebut menjadi momentum konsolidasi SOKSI Jawa Barat setelah dinamika dualisme kepengurusan di tingkat nasional berakhir.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI Mukhamad Misbakhun, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Ketua DPD SOKSI Jawa Barat Yod Mintaraga, serta Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Daniel Mutaqien Syafiuddin.
Dalam forum tersebut, tongkat estafet kepemimpinan SOKSI Jawa Barat secara bulat diserahkan kepada Yomanius Untung yang sebelumnya menjabat Sekretaris SOKSI Jawa Barat.
Ketua Umum Depinas SOKSI Mukhamad Misbakhun mengatakan, Musda XII merupakan bagian dari agenda periodisasi organisasi yang harus dilaksanakan secara konsisten.
Menurutnya, kepengurusan SOKSI di bawah kepemimpinannya bersama Sekretaris Jenderal Putri Komarudin merupakan kepengurusan yang sah dan diakui oleh pengurus pusat Partai Golkar di bawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia.
Misbakhun juga memberikan apresiasi kepada Yod Mintaraga yang dinilainya telah menunjukkan sikap kebesaran hati dengan membuka ruang bagi proses regenerasi kepemimpinan di tubuh SOKSI Jawa Barat.
"Pak Yod adalah sosok legendaris. Beliau berbesar hati menyampaikan perlunya regenerasi kepemimpinan dan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme Musda," kata Misbakhun.
Ia berharap kepemimpinan baru SOKSI Jawa Barat mampu menjaga soliditas organisasi dan semakin memperkuat kontribusi terhadap kerja-kerja politik Partai Golkar di Jawa Barat.
Misbakhun menilai konsolidasi SOKSI Jawa Barat juga tidak dapat dipisahkan dari konsolidasi Partai Golkar Jabar yang baru saja menyelesaikan Musda dan menetapkan Daniel Mutaqien Syafiuddin sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua DPD SOKSI Jawa Barat Yod Mintaraga mengatakan, Musda XII bukan sekadar agenda rutin lima tahunan.
Menurutnya, Musda merupakan forum tertinggi organisasi untuk menentukan arah perjalanan SOKSI Jawa Barat ke depan.
Yod menegaskan, berakhirnya dualisme kepengurusan SOKSI di tingkat nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan konsolidasi organisasi.
"Setelah melalui masa dualisme kepengurusan di tingkat nasional, hari ini kita berdiri di atas kepastian hukum dan kepastian politik," tegas Yod.
Ia menyebut Kementerian Hukum Republik Indonesia telah menerbitkan surat keputusan yang mengesahkan kepengurusan SOKSI.
Hal itu, kata Yod, diperkuat dengan sikap resmi Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar serta keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menolak gugatan terhadap keabsahan kepengurusan tersebut.
"Karena itu tidak ada lagi ruang keraguan bagi SOKSI Jawa Barat untuk berdiri rapat dalam satu barisan, satu komando dan satu kepemimpinan," ujarnya.
Yod juga menekankan posisi strategis SOKSI Jawa Barat sebagai salah satu basis kader Partai Golkar.
Dengan jumlah penduduk hampir 53 juta jiwa, Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia.
Menurut Yod, kekuatan kader SOKSI juga terlihat dari keterwakilan di lembaga legislatif.
Dari 19 kursi Fraksi Partai Golkar di DPRD Provinsi Jawa Barat, sebanyak 11 di antaranya merupakan kader SOKSI.
Sementara dari 182 anggota Fraksi Golkar di DPRD kabupaten/kota se-Jawa Barat, sebanyak 57 orang merupakan kader SOKSI.
Selain itu, sekitar 45 kader SOKSI juga mengisi sejumlah posisi strategis dalam kepengurusan DPD Partai Golkar Jawa Barat periode terbaru.
Salah satunya Daniel Mutaqien Syafiuddin yang kini dipercaya memimpin DPD Partai Golkar Jawa Barat
"Ini bukan kebetulan. Ini adalah hasil kerja keras kaderisasi, berjejak melalui pendidikan politik kader bangsa dan konsistensi SOKSI Jawa Barat sebagai lumbung kader Partai Golkar," kata Yod.
Delapan Periode Jadi Legislator
Musda XII SOKSI Jabar juga diwarnai momen penghargaan terhadap perjalanan panjang Yod Mintaraga di dunia politik.
Pengabdian Yod selama delapan periode berturut-turut sebagai anggota legislatif tanpa terputus mendapat pengakuan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Rekam jejak tersebut kemudian dituangkan dalam buku biografi berjudul "Mang Yod: Legenda Parlemen 8 Periode".
Yod mengatakan penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, tetapi menjadi simbol perjalanan kader SOKSI dalam mengabdi kepada bangsa dan negara melalui jalur politik dan legislatif.
"Alhamdulillah, pengabdian selama delapan periode menjadi anggota legislatif turut mendapat pengakuan secara resmi dengan didaftarkannya nama saya Yod Mintaraga sebagai anggota legislatif terlama tanpa putus delapan periode oleh Museum Rekor Dunia Indonesia," ungkapnya.
Ia berharap perjalanan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kader-kader SOKSI, khususnya generasi muda.
Penyusun buku, Dadan Hendaya, mengatakan proses penyusunan biografi tersebut dilakukan selama enam bulan.
Prosesnya meliputi pengumpulan data sejarah, wawancara mendalam hingga pengolahan berbagai catatan perjalanan Yod Mintaraga selama berkiprah di dunia politik.
"Penyusunan buku ini memakan waktu selama enam bulan, mencakup pengumpulan data hingga pengolahan narasi," kata Dadan.
Dalam proses penyusunannya, Dadan juga berkolaborasi dengan Ati Supriatin selaku Direktur Galamedia dan Dedy Suhaeri, mantan Redaktur Pelaksana Pikiran Rakyat.
Dadan mengatakan buku tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai catatan perjalanan politik Yod Mintaraga.
Lebih dari itu, buku tersebut diharapkan menjadi referensi keteladanan sekaligus kompas etika politik bagi kader SOKSI di masa mendatang.
Buku tersebut kemudian diserahkan secara simbolis dan dibagikan secara gratis kepada peserta Musda serta jajaran pimpinan partai.
Perkuat Kaderisasi
Usai pergantian kepemimpinan, SOKSI Jawa Barat menyiapkan sejumlah agenda strategis menghadapi dinamika politik nasional ke depan.
Konsolidasi internal menjadi salah satu prioritas utama organisasi. Rekonsiliasi akan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi fragmentasi maupun ego kelompok di tubuh SOKSI
Selain itu, kaderisasi akan diperkuat dan diperluas untuk menyiapkan figur-figur potensial yang dapat mengisi kepemimpinan di tingkat daerah maupun nasional.
SOKSI Jawa Barat juga akan memperkuat lembaga-lembaga konsentrasi di bawah naungannya, seperti Wira Karya Indonesia, Wanita Swadiri, Galatiga Karya, Fokus Maker dan LKBH Trisila.
Lembaga-lembaga tersebut diharapkan semakin aktif menjadi perpanjangan tangan organisasi dalam memperkuat jaringan hingga ke tingkat akar rumput.
Dengan kepemimpinan baru, SOKSI Jawa Barat menargetkan konsolidasi organisasi semakin solid sekaligus mampu memberikan kontribusi lebih besar bagi Partai Golkar dalam menghadapi agenda politik nasional mendatang. (GPWK)



Komentar