top of page

PTDI Perkuat SDM Kedirgantaraan, Training Center Siapkan Tenaga Ahli Bersertifikat

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 12 menit yang lalu
  • 2 menit membaca


Bandung (PRSSNIJabar) - Perkembangan industri kedirgantaraan nasional tidak hanya membutuhkan pesawat buatan dalam negeri, tetapi juga sumber daya manusia (SDM) yang memiliki keterampilan dan sertifikasi sesuai standar industri. Kebutuhan tersebut mendorong PT Dirgantara Indonesia (PTDI) memperkuat Dirgantara Indonesia Training Center sebagai pusat pengembangan tenaga ahli kedirgantaraan.


Pusat pelatihan tersebut resmi dioperasikan pada Sabtu (29/8/2026), bertepatan dengan momentum 50 tahun kiprah PTDI. Kehadirannya diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pelatihan dan sertifikasi di luar negeri sekaligus menyediakan SDM yang siap memenuhi kebutuhan industri penerbangan dan pertahanan.


Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan mengatakan, selama ini pemenuhan kualifikasi SDM melalui lembaga di luar negeri membutuhkan biaya besar. Karena itu, PTDI memilih membangun kemampuan tersebut di dalam negeri.


ā€œSekarang kebutuhan kualifikasi itu kami hadirkan di sini. Dari yang tadinya pengeluaran, kini menjadi pemasukan bagi perusahaan,ā€ kata Gita.


Sejak soft launching pada Januari 2026, pusat pelatihan tersebut telah menggelar 17 tipe pelatihan dengan 140 peserta. Sebanyak 60 peserta bahkan telah dikirim ke Korea Aerospace Industry (KAI) di Korea Selatan untuk memperkuat kemampuan teknis, antara lain metal forming, machining, dan heat treatment.


Penguatan SDM tersebut menjadi semakin penting seiring dengan pengembangan produk PTDI, termasuk pesawat N219 yang mulai diarahkan untuk memasuki pasar komersial.


N219 merupakan pesawat yang dirancang dan dikembangkan PTDI dengan melibatkan 16 industri dalam negeri dan enam perguruan tinggi. Pesawat tersebut memperoleh Type Certificate pada Desember 2020, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) mencapai 44,69 persen.


Untuk pasar komersial, PTDI telah memiliki kontrak efektif empat unit N219. Salah satunya bersama PT Mitra Aviasi Perkasa (MAP), sementara tiga unit lainnya terkait kesepakatan dengan Bandara Internasional Bali Utara.


Di sektor pertahanan, pesanan N219 juga mencapai 42 unit, terdiri atas enam unit untuk TNI Angkatan Darat, tiga unit untuk TNI Angkatan Laut, tiga unit untuk Bakamla, serta 30 unit yang masih dalam proses penganggaran untuk Kementerian Pertahanan.


PTDI juga mengembangkan N219 versi amfibi yang masuk Program Strategis Nasional (PSN), salah satunya untuk mendukung konektivitas wilayah kepulauan dan kebutuhan ambulans udara.


Di sisi lain, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut 63 persen perusahaan masih mengalami kesulitan memperoleh tenaga kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan.


ā€œSkill, not school. Yang penting Anda bisa apa dan apa yang sudah pernah dilakukan,ā€ ujar Yassierli.


Pemerintah pun menyiapkan Program Magang Nasional dengan kuota 150.000 peserta dan anggaran Rp4,2 triliun pada 2026, serta Pelatihan Vokasi Nasional bagi 300.000 orang dengan anggaran Rp1,8 triliun.


Dalam konteks tersebut, keterlibatan industri menjadi penting agar pelatihan tidak berhenti pada jumlah peserta, tetapi benar-benar menghasilkan tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia kerja. (IGN)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page