top of page

Berat Badan Balita di Tambaksari Mulai Naik, Puskesmas Pastikan Tak Ada Penyakit Penyerta

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 2 hari yang lalu
  • 2 menit membaca



Ciamis (PRSSNIJabar) - Kekhawatiran terhadap kondisi seorang balita berusia 3 tahun 6 bulan di Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis, mulai berkurang. Balita yang sebelumnya masuk kategori gizi buruk karena mengalami masalah berat badan tersebut kini menunjukkan perkembangan positif setelah mendapat pemantauan dan intervensi gizi secara berkelanjutan.


Kepala Puskesmas Tambaksari, H. Asep Wahyudin, mengatakan persoalan berat badan balita itu sebenarnya telah terpantau sejak 2025. Sejak saat itu, petugas kesehatan melakukan pemantauan pertumbuhan sekaligus memberikan makanan tambahan.


Namun, hingga memasuki 2026, kenaikan berat badan belum menunjukkan hasil signifikan. Kondisi tersebut kemudian membuat balita masuk kategori gizi buruk sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan untuk memastikan tidak terdapat persoalan medis yang menjadi penyebab.


ā€œDitemukannya sejak tahun 2025. Kita sudah lakukan pemantauan dan juga pemberian makanan tambahan, terpantau terus sampai dengan sekarang. Dan di tahun 2026 memang masuk kategori gizi buruk karena belum ada peningkatan berat badan yang signifikan,ā€ kata Asep.


Puskesmas Tambaksari kemudian merujuk balita tersebut ke RSUD Ciamis. Pemeriksaan oleh dokter spesialis anak dilakukan pada Rabu (26/8/2026).


Hasil pemeriksaan memberikan kabar positif. Tidak ditemukan penyakit penyerta maupun kelainan yang mengharuskan balita menjalani perawatan di rumah sakit. Secara umum, kondisi kesehatan anak dinilai baik.


ā€œKita lakukan rujukan ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciamis. Hari Rabu sudah diperiksa oleh dokter spesialis anak dan alhamdulillah tidak ada penyakit penyerta, tidak ada indikasi untuk dirawat,ā€ ujar Asep.


Perkembangan juga terlihat dari berat badan. Jika sebelumnya balita tersebut memiliki berat 9,6 kilogram, kini angkanya telah meningkat menjadi 10 kilogram. Meski demikian, berat tersebut masih berada di bawah kisaran ideal anak seusianya, yakni sekitar 11 hingga 12 kilogram.


Karena itu, penanganan belum dihentikan. Puskesmas akan terus memberikan makanan tambahan serta memantau pertumbuhan dan kondisi kesehatan balita secara berkala. Jika diperlukan, rujukan lanjutan akan dilakukan.


ā€œKita pantau terus. Pemberian PMT terus kita lakukan dan kalau masih memerlukan rujukan, kita tetap kawal sampai balita ini sehat seperti kondisi balita yang lainnya,ā€ tegas Asep.


Menurut Asep, persoalan yang dialami balita tersebut tidak berkaitan dengan penyakit berat. Anak tetap aktif, memiliki riwayat imunisasi normal, serta rutin mengikuti kegiatan posyandu. Keluhan kesehatan yang pernah dialami juga tergolong umum, seperti batuk dan pilek.


ā€œIni masuk ke kurang gizi karena memang tidak ada kenaikan berat badan. Padahal kondisi anaknya secara umum sehat. Tidak ada riwayat penyakit dan tidak ada keluhan berat,ā€ katanya.


Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian jajaran Polres Ciamis. Melalui Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim, petugas mendatangi kediaman balita dalam kegiatan Jumat Berkah, Jumat (28/8/2026), sekaligus berkoordinasi dengan pihak puskesmas mengenai kondisi terkini.


Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono mengatakan kegiatan tersebut merupakan agenda rutin sebagai bentuk kehadiran kepolisian di tengah masyarakat.


ā€œAdanya informasi di lapangan bahwa di wilayah Tambaksari ada informasi kekurangan gizi. Setelah kami cek di lapangan, kondisinya sudah baik. Alhamdulillah,ā€ kata Carsono.


Ibu balita, Susilawati, mengatakan anaknya tidak memiliki riwayat penyakit serius sejak lahir. Ia juga memastikan pemberian ASI dan makanan di rumah selama ini berjalan seperti biasa.


ā€œTidak ada riwayat sakit, hanya kurang berat badan saja,ā€ ujarnya.


Dengan kondisi medis yang baik dan berat badan yang mulai meningkat, penanganan kini diarahkan pada pemenuhan kebutuhan gizi dan pemantauan pertumbuhan secara konsisten. Puskesmas memastikan pendampingan akan terus dilakukan hingga pertumbuhan balita tersebut lebih optimal. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page