top of page

Logo Media dan Nama IJTI Dicatut, Acara Diduga Fiktif Gegerkan Tasikmalaya

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 6 Jun
  • 2 menit membaca


Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Dunia jurnalistik di Tasikmalaya dibuat geger setelah muncul dugaan pencatutan nama organisasi profesi dan puluhan logo media dalam sebuah kegiatan yang disebut-sebut fiktif.


Sejumlah media lokal pun ramai-ramai menyampaikan sanggahan terbuka terkait acara bertajuk Musyawarah Koordinasi Daerah (Muskorda) Aliansi Jurnalis Tasikmalaya yang diduga digelar di salah satu hotel di Tasikmalaya, Jumat (5/6/2026).


Kegaduhan bermula saat beredar foto backdrop kegiatan yang memuat berbagai logo media cetak, online, hingga elektronik, termasuk logo Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Tasikmalaya. Tak hanya itu, beredar pula tangkapan layar percakapan WhatsApp berisi permohonan dana untuk kegiatan tersebut kepada sejumlah pihak.


Namun setelah ditelusuri, sejumlah media yang logonya dicantumkan justru mengaku tidak pernah dilibatkan maupun memberikan dukungan terhadap acara tersebut. Dugaan kegiatan fiktif pun mencuat dan menuai reaksi keras dari kalangan jurnalis Tasikmalaya.


Ketua IJTI Korda Tasikmalaya, Hendra Herdiana, menegaskan organisasinya tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan kegiatan maupun organisasi yang mengatasnamakan Aliansi Jurnalis Tasikmalaya tersebut.


ā€œAwalnya kami tidak tahu-menahu ada acara itu. Tapi kemudian tersebar informasi seolah-olah IJTI mendukung kegiatan tersebut, padahal sama sekali tidak,ā€ kata Hendra saat dikonfirmasi reporter Jabar Now, Jumat (5/6/2026) malam.


Ia menegaskan, pencantuman logo IJTI dalam backdrop kegiatan dilakukan tanpa izin ataupun konfirmasi kepada pihaknya.


ā€œUntuk penggunaan logo IJTI, tidak pernah ada komunikasi kepada kami. Tidak ada izin dari kami untuk mencantumkan logo organisasi dalam kegiatan itu,ā€ tegasnya.


Menurut Hendra, nama organisasi Aliansi Jurnalis Tasikmalaya bahkan baru pertama kali ia dengar setelah polemik tersebut mencuat ke publik.


ā€œOrganisasi itu saya juga baru dengar. Jadi kami tegaskan, IJTI tidak ada hubungan apa pun dengan kegiatan maupun pihak yang mengatasnamakan organisasi tersebut,ā€ ujarnya.


Tak hanya soal logo, IJTI Tasikmalaya juga membantah keterlibatan sosok yang diduga menyebarkan proposal dan meminta dana kepada sejumlah pihak melalui pesan WhatsApp.


ā€œKami tegaskan orang tersebut bukan anggota IJTI dan tidak memiliki keterkaitan dengan organisasi kami,ā€ katanya.


Hendra mengungkapkan, pihaknya telah menghubungi nomor yang diduga terkait penyebaran informasi kegiatan tersebut. Dalam komunikasi itu, pihak bersangkutan diminta segera mencabut seluruh logo organisasi dan media yang dicatut.


ā€œKami meminta seluruh selebaran dan informasi yang sudah disebarkan segera ditarik. Karena ada indikasi proposal itu juga sudah masuk ke sejumlah relasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,ā€ ungkapnya.


Sementara itu, hingga Jumat malam, sejumlah media di Tasikmalaya mulai menyampaikan klarifikasi dan penolakan dukungan terhadap kegiatan tersebut melalui media sosial maupun pemberitaan resmi. Beberapa di antaranya yakni Radar Tasikmalaya, Kabar Priangan, Lintas Priangan, dan KapolID. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page