Libur Sekolah Dongkrak PAD Pangandaran, Empat Hari Tembus Rp4,5 Miliar
- Admin03

- 7 Jul
- 2 menit membaca

Pangandaran (PRSSNIJabar) - Momen libur sekolah membawa berkah bagi sektor pariwisata di Kabupaten Pangandaran. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi wisata mengalami lonjakan signifikan. Dalam empat hari terakhir, mulai Kamis hingga Minggu, penerimaan daerah telah menembus lebih dari Rp4,5 miliar.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pangandaran, Sarlan, mengatakan peningkatan tersebut sejalan dengan tingginya jumlah wisatawan yang datang selama masa liburan.
"Selama libur sekolah ini ada peningkatan pendapatan dari sektor retribusi pariwisata yang cukup signifikan. Dari hari Kamis sampai Minggu kemarin, pendapatan yang masuk sudah sekitar Rp4,5 miliar lebih," ujar Sarlan.
Menurutnya, jumlah wisatawan yang berkunjung pada periode tersebut diperkirakan mencapai sekitar 800 ribu orang. Dari seluruh destinasi wisata di Pangandaran, objek wisata Pantai Pangandaran masih menjadi penyumbang kunjungan terbanyak.
"Yang paling dominan tetap kawasan Pantai Pangandaran. Kunjungannya sekitar 170 ribu orang," katanya.
Sarlan optimistis angka tersebut masih akan terus bertambah mengingat masa libur sekolah masih berlangsung sekitar sepekan ke depan. Bahkan, ia memprediksi total pendapatan dari sektor retribusi wisata bisa mencapai Rp7 miliar hingga akhir liburan.
"Kalau melihat tren kunjungan saat ini, hari ini saja pendapatan sudah sekitar Rp200 juta. Saya optimistis sampai minggu depan bisa mencapai sekitar Rp7 miliar," ungkapnya.
Ia menjelaskan, tren kunjungan wisatawan terus menunjukkan peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya. Pada akhir pekan pertama liburan, jumlah kunjungan harian berkisar antara 300 ribu hingga 600 ribu orang. Sementara pada akhir pekan kedua, jumlah pengunjung pada hari Minggu hampir mencapai 900 ribu orang.
"Kalau melihat prediksi, kenaikannya lebih signifikan dibanding minggu pertama. Analisis saya, justru minggu terakhir liburan akan lebih besar lagi," jelasnya.
Menurut Sarlan, puncak kunjungan diperkirakan terjadi menjelang berakhirnya masa libur sekolah. Pasalnya, jadwal masuk sekolah di sejumlah daerah berbeda-beda sehingga arus wisatawan masih berpotensi tinggi.
"Ada daerah yang masuk sekolah hari Senin, ada juga yang Selasa. Kemungkinan minggu terakhir itu justru menjadi puncaknya," katanya.
Ia juga menyebutkan target PAD yang telah ditetapkan dari sektor retribusi wisata sebenarnya sudah terlampaui. Namun demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mengoptimalkan potensi penerimaan hingga masa liburan berakhir.
Untuk memaksimalkan PAD, Bapenda terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, di antaranya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi wisatawan yang masuk melalui jalur alternatif atau "jalur tikus" sehingga berpotensi mengurangi penerimaan retribusi.
"Kami berkoordinasi dengan Satpol PP dan Dishub. Terutama untuk menutup serta mengarahkan wisatawan agar masuk melalui jalur resmi yang telah disiapkan," ujar Sarlan.
Ia mengakui masih banyak wisatawan yang memanfaatkan jalur alternatif, baik karena tidak mengetahui akses resmi maupun karena diarahkan oleh oknum tertentu.
"Masih banyak yang lewat jalur tikus. Ada yang memang tidak tahu, tapi ada juga yang diarahkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Ini yang terus kami benahi agar seluruh wisatawan masuk melalui jalur resmi," pungkasnya. (AST)



Komentar