Lari, Belanja, hingga Bayar Cukup Satu Scan, Bandung QRIS Run 2026 Ajak Warga Rasakan Transaksi Digital
- Admin02

- 2 Agu
- 3 menit membaca

KBB (PRSSNIJabar) – Ajang Bandung QRIS Run 2026 bukan hanya menjadi arena adu cepat para pelari. Ribuan peserta juga diajak merasakan bagaimana pembayaran digital melalui QRIS bisa digunakan dalam hampir seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari registrasi, berbelanja di bazar UMKM, hingga mengikuti berbagai aktivitas di lokasi acara.
Sebanyak 3.000 peserta memadati kawasan Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (2/8/2026), untuk mengikuti kategori 5K Fun Run dan 10K Competitive Run. Memasuki penyelenggaraan kelima sejak pertama digelar pada 2022, kegiatan ini menjadi salah satu cara Bank Indonesia mendekatkan penggunaan QRIS kepada masyarakat melalui pengalaman yang menyenangkan.
Pemilihan Kabupaten Bandung Barat sebagai lokasi penyelenggaraan juga bukan tanpa alasan. Selain memperluas jangkauan ekosistem pembayaran digital, kegiatan ini diharapkan ikut mendorong kawasan tersebut sebagai destinasi olahraga dan wisata di Jawa Barat.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta mengatakan Jawa Barat saat ini menjadi provinsi dengan pengguna dan merchant QRIS terbanyak di Indonesia. Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 14,17 juta pengguna dan 10,45 juta merchant telah menggunakan QRIS.
"Jawa Barat menyumbang 22,49 persen dari total pengguna QRIS nasional dan 22,02 persen dari total merchant QRIS nasional. Volume transaksi QRIS di Jawa Barat mencapai 1,87 miliar transaksi atau tumbuh 112,89 persen secara tahunan, dengan nilai transaksi Rp163,74 triliun yang meningkat 90,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Filianingsih.
Menurutnya, besarnya angka tersebut perlu dibarengi dengan upaya menghadirkan QRIS lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.
"Hingga Mei 2026, Jawa Barat telah mencatat 14,17 juta pengguna dan 10,45 juta merchant QRIS, tertinggi secara nasional. Capaian tersebut menunjukkan bahwa pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, perluasan QRIS tidak cukup hanya melalui edukasi, melainkan perlu dihadirkan dalam pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari," katanya.
Ia menambahkan, konsep QRIS Experience menjadi inti penyelenggaraan Bandung QRIS Run tahun ini. Peserta tidak hanya dikenalkan pada pembayaran digital, tetapi langsung menggunakannya dalam berbagai aktivitas selama acara berlangsung.
"Bandung QRIS Run bukan sekadar ajang lari. Sejak registrasi, berbelanja di bazar UMKM, hingga mengikuti berbagai aktivitas di lokasi kegiatan, seluruh peserta memperoleh pengalaman menggunakan QRIS secara langsung. Kampanye pembayaran digital akan semakin efektif ketika hadir dalam kegiatan yang dekat, relevan, dan menyenangkan bagi masyarakat," ujarnya.
Mengusung tema "QRISNA HIJI, MANGPAATNA REA", kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat, industri sistem pembayaran, perbankan, e-commerce, komunitas olahraga, hingga pelaku UMKM.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menilai pendekatan tersebut menjadi cara efektif mempercepat transformasi digital di tengah masyarakat.
"Bandung QRIS Run menjadi wujud nyata kolaborasi yang memadukan olahraga dengan edukasi pembayaran digital, sehingga masyarakat dapat merasakan langsung kemudahan QRIS dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa transformasi ekonomi dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan, inklusif, dan mudah diterima oleh berbagai kalangan," kata Erwan.
Selain lomba lari, pengunjung juga dapat mengikuti senam zumba, mengunjungi booth edukasi perbankan dan penyedia jasa pembayaran, menikmati Gerakan Pangan Murah, hingga berburu kuliner di bazar UMKM yang seluruh transaksinya didorong menggunakan QRIS.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Bank Indonesia juga memperkenalkan konsep Eco Strides sebagai upaya menggabungkan digitalisasi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Program tersebut dijalankan melalui tiga langkah, yakni Avoid untuk mencegah timbulan sampah sejak tahap perencanaan, Reduce dengan mengurangi penggunaan material dan emisi, serta Recover melalui pengelolaan limbah kegiatan secara bertanggung jawab.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Junanto Herdiawan mengatakan transformasi digital dan keberlanjutan merupakan dua agenda yang saling melengkapi.
"Digitalisasi dan keberlanjutan merupakan dua agenda yang saling menguatkan. Melalui Eco Strides, Bandung QRIS Run diharapkan tidak hanya membangun kebiasaan bertransaksi secara digital, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa gaya hidup sehat perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan," tutup Junanto. (IGN)



Komentar