Korban Terseret Arus di Pantai Pangandaran Masih Dalam Pencarian
- Admin03

- 19 Jul
- 2 menit membaca

Pangandaran – Tim SAR gabungan hingga Minggu (19/7) pukul 15.00 WIB masih melanjutkan pencarian terhadap Muhammad Rizki (20), wisatawan asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, yang hilang setelah terseret arus di Pantai Barat Pangandaran.
Memasuki hari ketiga operasi pencarian, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Satpolairud, SAR Barakuda, Balawista, TNI, Polri, PMI, serta para relawan terus menyisir area pencarian melalui jalur darat maupun laut. Namun hingga Minggu sore, korban belum berhasil ditemukan.
Ketua SAR Barakuda, Sakio Adriyanto, mengatakan seluruh unsur SAR telah mengerahkan upaya maksimal untuk menemukan korban. Selain melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai, pencarian juga dilakukan menggunakan perahu di perairan sekitar lokasi kejadian.
"Hingga saat ini hasil pencarian masih nihil. Baik melalui darat maupun laut sudah kami lakukan, bahkan saya sendiri ikut turun langsung ke lapangan. Sore ini kami kembali melanjutkan penyisiran dan mudah-mudahan korban segera ditemukan," ujar Sakio.
Ia menambahkan, tim sempat menemukan indikasi yang diduga mengarah pada keberadaan korban. Namun setelah dilakukan penyisiran lebih lanjut, hasilnya belum membuahkan temuan.
Diketahui Muhammad Rizki dilaporkan hilang setelah terseret arus saat berenang di kawasan Pantai Barat Pangandaran pada Jumat (17/7) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, korban bersama dua rekannya bermain menggunakan papan boogie (boogie board) di kawasan Pantai Pos 3 hingga Pos 4, tepatnya di depan Hotel Menara Laut.
Meski waktu yang diperbolehkan untuk berenang telah berakhir, ketiganya tetap bermain di laut. Kondisi ombak dan arus yang cukup kuat menyebabkan mereka terseret ke tengah. Dua orang berhasil diselamatkan oleh petugas Balawista bersama warga yang berada di lokasi, sedangkan Muhammad Rizki hilang terbawa arus.
Di lokasi kejadian, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami, kembali mengingatkan seluruh wisatawan agar selalu mematuhi aturan keselamatan yang telah ditetapkan, termasuk larangan berenang di luar jam yang telah ditentukan.
"Saya mengimbau kepada seluruh wisatawan untuk mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan pemerintah daerah. Petugas lebih memahami kondisi ombak dan arus di pantai. Mohon imbauan tersebut dipatuhi demi keselamatan bersama," kata Citra.
Pemerintah Kabupaten Pangandaran bersama tim SAR gabungan memastikan operasi pencarian akan terus dilakukan dengan memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Harapannya, korban dapat segera ditemukan sehingga memberikan kepastian bagi keluarga yang hingga kini masih menunggu kabar. (AST)



Komentar