Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Hadirkan 1.000 Rusun MBR di Kiaracondong
- Admin02

- 15 Jul
- 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Upaya penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus diperkuat. Kali ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) menggandeng sektor swasta untuk membangun 1.000 unit rumah susun (rusun) berbasis Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Kiaracondong, Kota Bandung.
Rusun tersebut akan dibangun di atas lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) seluas sekitar 9.600 meter persegi. Seluruh pembiayaan proyek berasal dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Astra sehingga tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pemerintah saat ini mengoptimalkan berbagai skema pembiayaan untuk memanfaatkan aset negara, mulai dari APBN, Danantara hingga kerja sama dengan pihak swasta.
"Kita punya konsep bagaimana tanah-tanah negara itu bisa di-treatment dengan beberapa cara. Bisa dibiayai APBN, Danantara, maupun oleh swasta melalui hibah atau bentuk lain yang legal," kata Maruarar saat meninjau lokasi, Rabu (15/7/2026).
Ia menilai keterlibatan Astra menjadi contoh sinergi yang positif dalam mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat. Tahun ini, Astra menyiapkan pembangunan 2.000 unit rumah susun, masing-masing 1.000 unit di Jakarta dan 1.000 unit di Bandung, serta renovasi 1.000 rumah.
"Astra tahun ini total menyiapkan 2.000 rumah susun dan 1.000 renovasi. Rumah susunnya 1.000 di Jakarta dan 1.000 di Bandung," ujarnya.
Maruarar menambahkan, setiap unit akan dibangun dengan tipe 36 yang dilengkapi dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan area servis. Pembangunan akan dimulai setelah proses perizinan serta konsultasi dengan BPK dan BPKP rampung.
Di sisi lain, Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin menjelaskan pembangunan rusun menjadi bagian dari pengembangan kawasan Kiaracondong sebagai pusat ekonomi baru di Kota Bandung. Kawasan tersebut nantinya akan terhubung dengan Stasiun Kiaracondong, Laswi Heritage, hingga Stasiun Bandung.
"Kita akan mengembangkan kawasan Kiaracondong ini menjadi salah satu pusat ekonominya Bandung. Selain stasiun, di kawasan ini juga akan ada research center, data center, dan kawasan perkantoran KAI," kata Bobby.
Menurutnya, lahan yang disiapkan terdiri atas dua bidang dengan luas total sekitar 9.600 meter persegi. Meski kapasitas bangunan masih dibahas bersama Astra, target pembangunan untuk Kota Bandung tetap 1.000 unit.
"Program untuk Bandung, seperti yang disampaikan Pak Menteri, adalah 1.000 unit rumah susun," pungkasnya. (IGN)



Komentar