Kepercayaan Publik Polres Banjar Capai 78 Persen, Kapolda Jabar Minta Polisi Lebih Dekat dengan Warga
- Admin02

- 1 hari yang lalu
- 2 menit membaca

Banjar (PRSSNIJabar) - Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polres Banjar mencapai 78 persen. Namun, capaian tersebut tidak lantas membuat jajaran kepolisian berpuas diri.
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. R. Pipit Rismanto justru meminta Polres Banjar memperkuat kehadiran polisi di tengah masyarakat. Pesan itu disampaikan saat kunjungan kerja (kunker) ke Mapolres Banjar, Jumat (4/9/2026).
Di hadapan jajaran Polres Banjar, Pipit mengapresiasi kinerja dan sinergi yang telah dibangun bersama Pemerintah Kota Banjar, TNI, serta berbagai pemangku kepentingan.
"Saya terima kasih tentunya kepada jajaran Polres Banjar. Saya lihat telah melaksanakan kinerja dengan baik, bersinergi dengan baik dengan pemerintah daerah, dengan teman-teman TNI dan stakeholder lainnya. Tingkat kepercayaan masyarakat 78 persen ini masih bisa ditingkatkan kembali," ujar Pipit.
Menurut Pipit, angka tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi. Dari pemetaan aspirasi masyarakat dalam riset yang disampaikan, warga berharap kehadiran polisi tidak hanya terlihat ketika melakukan pengaturan maupun patroli di jalan raya.
Masyarakat juga menginginkan personel kepolisian lebih sering hadir di lingkungan permukiman, berdialog langsung dengan warga, sekaligus mengetahui persoalan yang muncul sebelum berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Beberapa masyarakat Banjar menginginkan pihak kepolisian hadir bukan hanya di jalan raya, tapi untuk komunikasi dan mengetahui masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. Polisi harus berdialog dengan baik," kata Pipit.
Menurutnya, pendekatan tersebut sejalan dengan upaya membangun pemolisian yang lebih dekat dengan masyarakat. Polisi dituntut tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi mampu membaca dan merespons persoalan warga sejak dari lingkungan terkecil.
Dalam kunjungan kerja itu, Pipit juga meresmikan fasilitas Barak Dalmas Mako Polres Banjar. Selain itu, ia menyerap aspirasi personel di tingkat kewilayahan dan menyerahkan bantuan sosial secara simbolis kepada pengemudi ojek online (ojol).
Rangkaian kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi program Jawara (Jaga Rawat Jawa Barat). Program ini diarahkan untuk memperkuat pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan yang adaptif, responsif, kolaboratif, dan solutif.
Pipit mengatakan karakteristik Jawa Barat dengan jumlah penduduk yang besar serta aktivitas ekonomi dan pariwisata yang tinggi membuat persoalan sosial dan kamtibmas semakin kompleks.
Karena itu, capaian kepercayaan publik sebesar 78 persen dinilai bukan sebagai garis akhir. Polres Banjar tetap didorong meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat.
"78 persen ini masih bisa ditingkatkan kembali," tegas Pipit. (LER)



Komentar