top of page

Karhutla Gunung Geulis Sumedang Berhasil Dipadamkan, Polisi Ingatkan Warga Waspada

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 13 jam yang lalu
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan Gunung Geulis, Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (4/9/2026).


Kobaran api langsung mendapat penanganan petugas gabungan. Personel Polda Jawa Barat, Polres Sumedang, Polsek Jatinangor, pemadam kebakaran, bersama masyarakat Desa Tangguh Bencana (Destana) diterjunkan ke lokasi.


Petugas bergerak cepat mencari titik api dan melakukan pemadaman. Setelah berjibaku di lokasi, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan dan situasi dinyatakan aman.


Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, penanganan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan adanya kebakaran dari masyarakat.


ā€œAlhamdulillah, kita bersama-sama dengan tim menuju ke lokasi dan berhasil memadamkan api. Situasi saat ini sudah terkendali,ā€ ujar Hendra, Jumat (4/9/2026).


Menurut Hendra, kondisi musim kemarau membuat vegetasi di kawasan hutan dan lahan menjadi kering sehingga sangat mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.


Hal serupa juga berlaku bagi para pendaki yang melakukan aktivitas di kawasan Gunung Geulis.


Hendra menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir tindakan yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan.


ā€œKami akan menindak tegas para pendaki yang melakukan pembakaran lahan maupun hutan yang dapat menyebabkan kerusakan lingkungan,ā€ tegasnya


Selain mengingatkan para pendaki, polisi juga meminta masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar


Termasuk membakar ilalang dan sisa jerami hasil panen di sekitar jalur tol maupun perlintasan rel kereta api. Aktivitas tersebut dinilai berbahaya karena api dapat dengan cepat merembet dan mengancam keselamatan masyarakat.


Warga juga diminta tidak membuang atau membakar sampah sembarangan, terutama di sekitar daerah aliran sungai (DAS).

Pasalnya, sampah yang menumpuk di aliran sungai berpotensi menyumbat saluran dan memicu banjir ketika musim hujan tiba.


Di sisi lain, kondisi tanah yang kering dan retak akibat kemarau juga perlu menjadi perhatian. Ketika hujan deras turun, kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko pergerakan tanah hingga longsor di sejumlah wilayah.


ā€œIni menjadi perhatian kita bersama karena kondisi tanah di sejumlah wilayah Jawa Barat, termasuk Sumedang, cukup rawan. Masyarakat harus bersama-sama menjaga lingkungan dan mengantisipasi potensi bencana,ā€ pungkas Hendra.


Polda Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan selama musim kemarau.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page