top of page

Kelurahan Sukaraja Luncurkan Dua Aplikasi Digital untuk Transformasi Pelayanan Publik

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 12 Jun
  • 3 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, terus berinovasi menjawab tantangan pelayanan publik di era digital.


Jumat (13/6/2026), wilayah yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan mobilitas penduduk cukup tinggi itu resmi meluncurkan dua platform digital sekaligus, yakni Prima Sukaraja (Platform Registrasi Informasi Masyarakat Aktif) dan Smart Kang (Sistem Monitoring Akuntabel dan Transparan Kegiatan Pembangunan).


Peluncuran yang berlangsung di kawasan Gateway Pasteur, Jalan Gunung Batu tersebut menjadi langkah nyata Kelurahan Sukaraja dalam memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data sekaligus membuka ruang transparansi pembangunan bagi masyarakat.


Kepala Seksi Pemerintahan Kelurahan Sukaraja, Yusriansyah, yang juga menjadi Leader Project Prima Sukaraja mengatakan, aplikasi tersebut lahir dari kebutuhan mendesak akan data kependudukan yang akurat, khususnya bagi warga non-permanen yang tinggal di wilayah Sukaraja.


Menurutnya, selama ini penduduk pendatang yang menempati rumah kontrakan maupun kos-kosan belum terdata secara optimal. Kondisi itu menyulitkan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan yang berkaitan dengan pelayanan publik.


"Selama ini penduduk non-permanen belum terdata dengan baik. Karena itu kami membuat platform yang memungkinkan warga melakukan pelaporan secara mandiri melalui barcode yang nantinya ditempel di kos-kosan maupun kontrakan," ujar Yusriansyah.


Ia menjelaskan, keberadaan database yang lengkap sangat penting tidak hanya untuk kepentingan administrasi kependudukan, tetapi juga mendukung aspek keamanan, ketertiban, hingga pengelolaan lingkungan.

"Kalau datanya jelas, kebijakan yang dibuat pemerintah juga akan lebih tepat sasaran," katanya.


Lebih jauh, Prima Sukaraja dirancang tidak sekadar menjadi sarana pendataan warga. Ke depan, aplikasi tersebut akan berkembang menjadi pusat layanan publik digital yang memungkinkan masyarakat mengurus berbagai kebutuhan administrasi tanpa harus datang ke kantor kelurahan.


"Kami ingin seluruh layanan publik di Kelurahan Sukaraja terintegrasi dalam satu sistem. Masyarakat cukup mengakses layanan melalui WhatsApp maupun email," ujarnya.


Yusriansyah menegaskan, aspek keamanan data menjadi perhatian utama dalam pengembangan sistem tersebut. Mengingat platform itu memuat dokumen penting kependudukan, berbagai pengujian keamanan telah dilakukan untuk memastikan perlindungan data warga tetap terjaga.


Sementara itu, Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kelurahan Sukaraja, Hendrik Hermawan, yang menjadi Leader Project Smart Kang menjelaskan, aplikasi kedua yang diluncurkan hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap keterbukaan informasi pembangunan.


Menurut Hendrik, selama ini informasi proyek pembangunan umumnya hanya disampaikan melalui spanduk yang dipasang di lokasi pekerjaan. Cara tersebut dinilai belum mampu menjangkau seluruh warga.


"Melalui Smart Kang, masyarakat bisa memantau proses pembangunan secara langsung melalui dashboard berbasis web, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga hasil akhirnya," kata Hendrik.


Ia menegaskan, fokus utama Smart Kang adalah membuka ruang pengawasan publik terhadap proses pembangunan yang selama ini belum sepenuhnya dapat dipantau masyarakat.


Dengan keterlibatan warga dalam setiap tahapan pembangunan, diharapkan muncul rasa memiliki terhadap program-program yang dilaksanakan pemerintah.


"Ketika masyarakat mengetahui prosesnya, maka partisipasi dan kepedulian mereka terhadap pembangunan akan tumbuh dengan sendirinya," ujarnya.


Menariknya, pengembangan Smart Kang dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Diskominfo Kota Bandung, Telkom University hingga siswa SMK Negeri 11 Bandung dari berbagai jurusan teknologi dan desain.


Apresiasi atas lahirnya dua inovasi tersebut datang dari berbagai pihak. Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bandung, Mahyudin, menilai langkah yang dilakukan Kelurahan Sukaraja menjadi bukti bahwa transformasi digital tidak hanya lahir dari tingkat pemerintah kota, tetapi juga dari aparatur kewilayahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.


"Kami sangat mengapresiasi inovasi seperti ini karena menunjukkan semangat perubahan yang tumbuh dari bawah," katanya.


Mahyudin bahkan melihat peluang agar Prima Sukaraja dan Smart Kang nantinya dapat terintegrasi dengan aplikasi layanan terpadu Kota Bandung, Sadayana.


Menurutnya, integrasi tersebut akan memudahkan masyarakat karena seluruh layanan dapat diakses melalui satu platform.

Meski demikian, ia mengakui tantangan terbesar digitalisasi pelayanan publik masih berkaitan dengan pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan yang memiliki regulasi perlindungan cukup ketat.


Dukungan juga datang dari Anggota DPRD Kota Bandung, Siti Marfuah. Ia menilai Prima Sukaraja dapat menjadi solusi terhadap berbagai persoalan administrasi kependudukan yang selama ini kerap menjadi hambatan warga dalam mengakses layanan pemerintah.


"Sering kali program pemerintah sudah tersedia, tetapi masyarakat tidak bisa mengakses karena persoalan administrasi kependudukan. Ini yang harus diselesaikan," katanya.


Menurutnya, penduduk non-permanen yang telah lama tinggal dan bekerja di Kota Bandung juga perlu memperoleh pendataan yang baik agar hak-haknya dalam mengakses layanan publik dapat terpenuhi sesuai aturan yang berlaku.


Siti Marfuah juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam pengembangan aplikasi tersebut.


"Era digital adalah eranya anak muda. Potensi mereka harus diberikan ruang untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Camat Cicendo, Siti Romlah, menilai kehadiran Prima Sukaraja dan Smart Kang sangat relevan dengan karakteristik wilayah Sukaraja yang berbatasan langsung dengan Kota Cimahi dan memiliki tingkat mobilitas penduduk yang tinggi.


Menurutnya, data merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan modern.


"Pelayanan publik harus berbasis data. Karena itu dua aplikasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung reformasi birokrasi sekaligus mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik," kata Siti Romlah.


Dengan hadirnya Prima Sukaraja dan Smart Kang, Kelurahan Sukaraja menunjukkan bahwa inovasi digital tidak harus lahir dari proyek besar. Dari tingkat kelurahan pun, transformasi pelayanan publik dapat dimulai untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih terbuka, akurat, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page