Kebakaran Hebat di Sukamanah Tasikmalaya, Tiga Rumah Ludes dan Rusak Berat
- Admin03

- 26 Jun
- 2 menit membaca

Ilustrasi
Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di RW 6 Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026) sore.
Sedikitnya tiga rumah warga terdampak, satu di antaranya ludes terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan berat.
Selain menghanguskan bangunan, kobaran api juga melalap berbagai barang berharga milik warga, mulai dari perabot rumah tangga hingga satu unit sepeda motor.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 16.15 WIB. Tak lama berselang, petugas langsung diterjunkan ke lokasi.
"Kami mengerahkan empat unit mobil pemadam. Kondisi di lapangan cukup menyulitkan karena akses jalan sempit dan titik kebakaran berada di bagian belakang permukiman, sehingga selang harus ditarik melewati rumah-rumah warga," kata Erik.
Menurut dia, berdasarkan dugaan sementara, kebakaran dipicu dari kompor gas yang masih menyala di salah satu rumah. Kondisi permukiman yang padat dan sebagian bangunan menggunakan material mudah terbakar membuat api dengan cepat merambat ke rumah lainnya.
"Ada tiga rumah yang terbakar. Selain bangunan, barang-barang rumah tangga dan satu unit sepeda motor juga ikut hangus," ujarnya.
Dalam proses pemadaman, Damkar Kota Tasikmalaya mengerahkan tiga unit mobil pemadam, dibantu satu unit mobil damkar dari Kabupaten Tasikmalaya dan suplai air dari BPBD Kota Tasikmalaya. Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.40 WIB dan dilanjutkan proses pendinginan.
Ketua RW 6, Irwan Setiawan, menuturkan warga pertama kali melihat kepulan asap tebal dari rumah milik Ano Sumarno di RT 02.
"Api awalnya muncul dari rumah Pak Ano, kemudian merambat ke rumah Bu Cucu dan Pak Aan. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang mengikuti pengajian," kata Irwan.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp400 juta. Rumah milik Ano Sumarno diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp200 juta, sedangkan rumah Pak Aan dan Ibu Cucu masing-masing sekitar Rp100 juta.
Sementara itu, Lurah Sukamanah, Jeffi Tauladani, yang turun langsung ke lokasi mengatakan penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, ada indikasi kebakaran dipicu korsleting listrik karena rumah yang menjadi titik awal kebakaran saat itu sedang tidak berpenghuni.
"Kerugian material cukup besar, terutama rumah Pak Ano yang habis dilalap api," katanya.
Jeffi mengingatkan masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan, terutama memasuki musim kemarau.
"Kita harus lebih berhati-hati. Instalasi listrik dan penggunaan kompor gas harus rutin diperiksa. Jangan meninggalkan rumah dalam kondisi ada api menyala atau peralatan listrik yang berpotensi menimbulkan bahaya," ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan dan menghindari kebiasaan membuang puntung rokok di kebun atau lahan kering.
Senada dengan itu, Erik Yowanda menyebut musim kemarau panjang meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
"Sejak Mei hingga Juni, hujan sudah jarang turun. Kami cukup sering menerima laporan kebakaran akibat pembakaran sampah. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran," katanya.
Peristiwa di RW 6 Kelurahan Sukamanah ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dapat berujung pada bencana besar. Beruntung, berkat kesigapan petugas dan warga sekitar, kobaran api berhasil dicegah agar tidak meluas ke rumah-rumah lainnya. (AST)



Komentar