JHC Tasikmalaya Perkuat Layanan Jantung Anak di Priangan Timur
- Admin02

- 23 Jun
- 2 menit membaca

Tasikmalaya (PRSSNIJabar) – Kehadiran Rumah Sakit khusus yang berfokus pada layanan kesehatan jantung dan pembuluh darah (JHC) Tasikmalaya, menjadi harapan baru bagi masyarakat Priangan Timur yang membutuhkan layanan kesehatan jantung. Sejak berdiri pada 2023, rumah sakit ini tidak hanya menangani kasus jantung pada orang dewasa, tetapi juga memperkuat layanan bagi anak-anak yang mengalami penyakit jantung bawaan.
Kepada reporter Jabar Now, Humas JHC Tasikmalaya, Febie Jauhari, mengatakan rumah sakit tersebut hadir sebagai fasilitas kesehatan dengan kekhususan pelayanan jantung yang mencapai 60 persen dari total layanan yang tersedia. Berbagai tindakan medis mulai dari konsultasi spesialis, kateterisasi, pemasangan ring jantung hingga operasi jantung untuk anak dan dewasa kini dapat dilakukan di Tasikmalaya.
"Sejak hadir pada 2023, masyarakat Priangan Timur tidak perlu lagi menunggu lama atau harus dirujuk ke Bandung maupun Jakarta untuk mendapatkan layanan jantung. Berbagai tindakan hingga operasi jantung anak dan dewasa sudah bisa ditangani secara tuntas di sini," ujar Febie.
Menurutnya, kebutuhan layanan jantung anak di wilayah Priangan Timur tergolong tinggi. Hal itu terlihat dari tingginya jumlah pasien yang datang ke klinik kardiologi anak serta hasil skrining yang dilakukan JHC selama tiga tahun terakhir.
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, JHC Tasikmalaya aktif menggelar program deteksi dini penyakit jantung bawaan pada anak. Hingga pertengahan 2026, rumah sakit tersebut telah melakukan skrining ekokardiografi terhadap hampir 500 anak di berbagai daerah Priangan Timur.
Program tersebut bertujuan menemukan kasus penyakit jantung bawaan sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan.
"Kami melakukan skrining gratis untuk penyakit jantung bawaan pada anak. Sejak awal berdiri, hampir 500 anak sudah menjalani pemeriksaan. Dari situ bisa diketahui lebih awal apakah diperlukan tindakan lanjutan seperti kateterisasi atau cukup dengan pengobatan," kata Febie.
Selain skrining, JHC juga telah melaksanakan sejumlah operasi sosial untuk pasien anak, termasuk operasi jantung dan tindakan kateterisasi yang seluruhnya ditujukan membantu masyarakat kurang mampu.
Febie menjelaskan, setiap akhir pekan poli kardiologi anak di JHC selalu dipadati pasien. Dalam satu kali praktik, jumlah kunjungan bisa mencapai sekitar 50 anak.
"Tingginya angka kunjungan menunjukkan bahwa kebutuhan penanganan jantung anak di Priangan Timur memang cukup besar. Banyak kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi kini bisa diketahui lebih cepat melalui pemeriksaan yang tepat," ungkapnya.
Untuk memperkuat pelayanan, JHC Tasikmalaya juga menyiapkan sejumlah fasilitas baru, termasuk layanan gangguan irama jantung atau aritmia yang diklaim menjadi layanan pertama di Priangan Timur. Dalam waktu dekat, rumah sakit tersebut juga akan meluncurkan layanan ablasi dan pemasangan alat pacu jantung sehingga masyarakat tidak perlu lagi mencari pengobatan ke luar daerah.
Dengan dukungan dokter spesialis dan teknologi medis yang terus berkembang, JHC Tasikmalaya kini menjadi salah satu pusat layanan jantung terlengkap di Priangan Timur, sekaligus memperluas akses pengobatan bagi pasien penyakit jantung bawaan maupun gangguan jantung lainnya. (AST)



Komentar