Jelang Idul Adha, Pemkot Tasikmalaya Pastikan Hewan Kurban Sehat
- Admin02

- 22 Mei
- 2 menit membaca
Tasikmalaya (PRSSNIJabar) - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Tasikmalaya memastikan hewan kurban yang beredar di wilayahnya dalam kondisi sehat dan layak untuk dikurbankan. Pemeriksaan kesehatan pun terus dilakukan oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya bersama dokter hewan di sejumlah lapak penjualan hewan kurban, Kamis (21/5/2026).
Pemeriksaan dilakukan sejak pekan lalu sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit hewan menular sekaligus memastikan hewan kurban memenuhi syariat Islam. Tim memeriksa kondisi fisik hewan, kelengkapan administrasi hingga kecukupan umur hewan kurban.
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tasikmalaya, Raden Diky Candra Negara mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya kasus penyakit pada hewan kurban yang masuk ke Kota Tasikmalaya.
āInsyaallah sampai sejauh ini tidak ada masalah dan tidak perlu dikhawatirkan terkait penyakit. Hewan kurban yang ada di Kota Tasikmalaya insyaallah sehat semuanya dan sesuai syarāi,ā kata Diky usai menghadiri monitoring hewan kurban di Kota Tasikmalaya.
Saat ditemui crew Jabar Now, Diky mengatakan, bahwa saat ini terjadi penurunan jumlah hewan kurban yang masuk ke Tasikmalaya dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor penyebab berkurangnya pasokan hewan kurban.
āDulu jumlah sapi masih di angka 3.000-an, sekarang baru sekitar 1.000 ekor lebih. Memang ada pengaruh kondisi finansial masyarakat dan beberapa pedagang juga pindah berjualan ke wilayah kabupaten,ā ungkap Diky.
Sementara itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKP3 Kota Tasikmalaya, Cecep Kustiawan menjelaskan, hingga kini sebanyak 1.532 ekor hewan kurban telah diperiksa oleh petugas.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari pengecekan asal hewan, surat jalan, surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal, hingga pemeriksaan fisik langsung oleh dokter hewan.
āKita periksa administrasinya, termasuk asal hewan yang rata-rata dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setelah itu diperiksa dokter hewan, mulai dari suhu tubuh, detak jantung hingga kecukupan umur apakah sudah poel atau belum,ā kata Cecep.
Ia menambahkan, kenaikan harga sapi dari daerah pemasok seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur turut memengaruhi jumlah hewan kurban tahun ini. Meski begitu, DKP3 memastikan hewan yang dinyatakan sehat akan mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).
DKP3 juga mengimbau masyarakat dan panitia kurban agar membeli hewan di lapak resmi yang telah diperiksa pemerintah. Selain itu, masyarakat diminta tidak ragu meminta SKKH kepada pedagang sebagai jaminan kesehatan hewan dan kenyamanan dalam menjalankan ibadah kurban. (AKA)



Komentar