top of page

Indonesia Derby 2026 Sedot Ribuan Penonton, Pacuan Kuda Pangandaran Dongkrak Sport Tourism

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 27 Jul
  • 2 menit membaca


Pangandaran (PRSSNIJabar) - Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa, Kecamatan Cimerak, Kabupaten Pangandaran, dipadati ribuan penonton yang datang menyaksikan kemeriahan Indonesia's Horse Racing (IHR) Indonesia Derby 2026, Minggu (26/7). Ajang balap kuda bergengsi tersebut diikuti 158 kuda pacu dari berbagai daerah di Indonesia.


Sejak pagi, masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah terus berdatangan ke arena pacuan. Tribun dipenuhi penonton, sementara di sepanjang lintasan banyak warga mengabadikan momen saat kuda-kuda terbaik melesat menuju garis finis. Sorak sorai yang bergemuruh semakin menambah semarak suasana perlombaan.


CEO SARGA.CO, Nughda Achadie, mengatakan Indonesia Derby 2026 bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali tradisi pacuan kuda sekaligus mengembangkannya sebagai olahraga yang mampu menjadi kebanggaan nasional.


"Kami ingin menghadirkan pacuan kuda sebagai sport entertainment yang modern, memadukan kompetisi olahraga dengan hiburan berkualitas," ujar Nughda kepada wartawan dalam konferensi pers di Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa.


Indonesia Derby 2026 merupakan seri kelima dalam kalender Indonesia's Horse Racing 2026 yang dipromotori SARGA.CO bekerja sama dengan PP Pordasi.


Menurut Nughda, penyelenggaraan di Pangandaran memiliki keistimewaan tersendiri karena Gelanggang Pacuan Kuda Legokjawa merupakan satu-satunya arena pacuan kuda yang berada di tepi pantai di Indonesia, bahkan menjadi yang kedua di dunia.


Sementara itu, VP Marketing and Operation SARGA.CO, Kevin Jonathan, menyampaikan sebanyak 158 kuda dari 13 kontingen daerah ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.


Kontingen berasal dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Bali, Nusa Tenggara Timur, hingga Papua Selatan.


"Total hadiah yang diperebutkan mencapai Rp1 miliar," kata Kevin.


Ketua Komisi Pacu PP Pordasi, Munawir, menjelaskan Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda 2026 terdiri atas dua seri, yakni kelompok umur dan kelompok ketinggian.


"Nilai dari seri pertama dan seri kedua akan diakumulasi untuk menentukan kontingen juara umum yang berhak membawa pulang Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia," ujarnya.


Kemeriahan Indonesia Derby 2026 juga dihadiri Founder dan CEO Susi Air, Susi Pudjiastuti. Menurutnya, penyelenggaraan pacuan kuda di Pangandaran memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi masyarakat.


"Coba lihat, kalau datang sekitar pukul 11.00 siang, pengunjung sudah sangat padat. Dibanding tahun lalu, saya kira jumlah pengunjung naik hampir dua kali lipat. Kendaraan roda empat bisa tiga kali lebih banyak, begitu juga sepeda motor. Tentu geliat ekonomi bagi masyarakat," ungkap Susi.


Ia menilai antusiasme masyarakat menjadi salah satu faktor yang membuat penyelenggaraan pacuan kuda di Pangandaran selalu berlangsung meriah.


"Saya sejak umur 10 tahun sudah menonton pacuan kuda di sini. Sampai sekarang masyarakat Pangandaran tetap antusias. Artinya, sebuah event bisa sukses karena masyarakatnya akomodatif, sportif, dan memang mencintai olahraga ini," katanya. (AST)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page