Hari Kedua Pencarian Tekong Perahu Wisata yang Hilang di Pantai Pangandaran Masih Nihil
- Admin03

- 11 Agu
- 2 menit membaca

Pangandaran (PRSSNIJabar) - Upaya pencarian terhadap Suprianto Bin Ahmad Sudiono (48), tekong atau nakhoda perahu wisata yang hilang setelah perahunya terbalik diterjang gelombang tinggi di perairan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, memasuki hari kedua, Selasa (11/8/2026).
Hingga pukul 11.00 WIB, keberadaan warga Dusun Bojongsari RT 001/RW 001, Desa Babakan, Kecamatan Pangandaran, tersebut belum diketahui.
Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, khususnya perairan Pos 3 Balawista. Namun, pencarian menghadapi kendala gelombang tinggi dan arus laut yang cukup deras.
Ketua SAR Barakuda Pangandaran, Sakio Andrianto, mengatakan sedikitnya tiga unit perahu pesiar telah dikerahkan untuk membantu proses pencarian sejak Selasa pagi.
āPencarian di hari kedua ini masih nihil, korban belum ditemukan. Kami dari tim gabungan sudah beberapa kali memutari TKP, tapi belum ada hasil,ā ujar Sakio, Selasa (11/8/2026).
Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Gelombang tinggi dan arus laut yang deras membuat petugas harus lebih berhati-hati saat melakukan penyisiran.
Meski menghadapi kondisi tersebut, tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian dengan harapan korban segera ditemukan.
Diterjang Gelombang Saat Antar Nelayan
Peristiwa kecelakaan laut tersebut terjadi pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat itu, Suprianto mengemudikan perahu katir bernama Karya Berkah untuk mengantarkan sejumlah nelayan yang hendak melaut.
Perahu baru saja meninggalkan pantai di depan Pos 3 Balawista ketika tiba-tiba dihantam gelombang tinggi. Perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Sejumlah nelayan yang berada di atas perahu berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menuju tepian pantai.
Namun, Suprianto tidak terlihat setelah perahu terbalik. Ia diduga terseret arus laut yang cukup deras.
Warga bersama tim SAR kemudian melakukan pencarian. Namun, operasi penyisiran pada hari pertama harus dihentikan sementara karena kondisi malam hari membuat jarak pandang terbatas, ditambah cuaca yang tidak bersahabat.
Memasuki hari kedua, pencarian kembali dilanjutkan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, SAR Barakuda Pangandaran serta sejumlah potensi SAR lainnya.
Pihak keluarga dan warga sekitar hingga Selasa siang masih menunggu perkembangan pencarian dari posko yang didirikan di sekitar lokasi kejadian.
Petugas juga mengingatkan nelayan, pengusaha jasa perahu wisata dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan Pantai Pangandaran agar meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta memantau kondisi cuaca dan gelombang sebelum melakukan aktivitas di laut, mengingat kondisi perairan yang dapat berubah sewaktu-waktu. (AST)



Komentar