top of page

Harga Pertamax Naik, Pertamina Pastikan Pertalite Tetap Rp10 Ribu/liter

  • Gambar penulis: Admin02
    Admin02
  • 12 Jun
  • 2 menit membaca


Jakarta (PRSSNIJabar) - PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang mulai berlaku sejak 10 Juni 2026. Kebijakan tersebut dilakukan sebagai respons terhadap dinamika geopolitik global yang berdampak pada harga minyak mentah di pasar internasional.


Meski demikian, Pertamina memastikan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap dipatok Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar bersubsidi tetap berada di angka Rp6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.


Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM non-subsidi dan dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kondisi ekonomi masyarakat.


ā€œMenanggapi perkembangan saat ini terkait harga BBM, perlu kami sampaikan bahwa harga BBM subsidi yaitu Pertalite dan Biosolar tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite masih tetap di harga Rp10.000 per liter dan Biosolar di harga Rp6.800 per liter sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah,ā€ ujar Simon dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (11/6/2026).


Menurut Simon, perubahan harga Pertamax dan Pertamax Green merupakan langkah yang tidak dapat dihindari di tengah fluktuasi harga minyak dunia yang dipengaruhi berbagai kondisi global. Namun demikian, Pertamina tetap berupaya menjaga keseimbangan antara harga energi dan daya beli masyarakat.


ā€œPenyesuaian harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,ā€ katanya.


Ia menambahkan, penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi juga diterapkan oleh badan usaha swasta yang bergerak di sektor distribusi BBM. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari perubahan harga energi di tingkat global yang turut memengaruhi pasar domestik.


Di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung, Pertamina memastikan pasokan energi nasional tetap aman dan tersedia bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Komitmen tersebut, kata Simon, menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional.


ā€œDi tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina dengan dukungan penuh dari pemerintah terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia. Kami berterima kasih atas dukungan masyarakat selama ini, dan mari kita bersama-sama bijak menggunakan energi,ā€ pungkasnya. (GPWK)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page