top of page

HAN Jabar 2026, Ribuan Anak Meriahkan Festival Kreasi Budaya Bertema Ngamumule Budaya Sunda

  • Gambar penulis: Admin03
    Admin03
  • 2 Agu
  • 2 menit membaca

Bandung (PRSSNIJabar) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mengemasnya dalam Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat sebagai ruang bagi anak-anak untuk berekspresi sekaligus mencintai budaya daerah.


Mengusung tema "Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas", kegiatan yang berlangsung di Teater Tertutup Dago Tea House, Kota Bandung, Jumat (31/7/2026), diikuti ratusan anak dari berbagai daerah di Jawa Barat.


Semangat peringatan HAN tahun ini telah terasa jauh sebelum acara puncak digelar. Ribuan anak ambil bagian dalam berbagai kegiatan, mulai dari Pasanggiri Biantara tiga bahasa (Sunda, Arab, dan Inggris) yang diikuti 1.381 peserta hingga program Ngopi Sahabat Goes to School yang menjangkau lebih dari 1.000 pelajar.


Sebanyak 774 anak mengikuti lomba Tari Merak, Pencak Silat, Ngawih Pupuh, hingga Lomba Pemandu Acara. Sementara pada puncak kegiatan, sebanyak 893 anak perwakilan dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, mulai jenjang PAUD/TK hingga SMA/SMK, memenuhi lokasi acara.


Salah satu rangkaian penting dalam kegiatan tersebut adalah pengukuhan pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Jawa Barat periode 2026–2028. Pada kesempatan itu, anak-anak juga menyampaikan Suara Anak Jabar, yang berisi aspirasi serta harapan kepada pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak serta bebas dari segala bentuk kekerasan.


Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti, menegaskan bahwa Hari Anak Nasional harus dimaknai sebagai momentum memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak, bukan sekadar peringatan tahunan.


"Anak merupakan aset strategis bangsa yang wajib tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang. Pemdaprov Jabar berkomitmen menghadirkan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak demi melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan berbudaya menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Siska.


Menurutnya, Festival Kreasi Budaya Anak menjadi wadah bagi anak-anak untuk berpartisipasi aktif sekaligus mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya Sunda sejak usia dini.


"Lewat semangat Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas, kita ingin anak-anak Jawa Barat semakin percaya diri mengeksplorasi potensi terbaiknya," katanya.


Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat sinergi dalam melindungi anak dari berbagai ancaman, mulai dari kekerasan, diskriminasi, eksploitasi hingga pernikahan dini.


Senada dengan itu, Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Siti Muntamah, menilai anak-anak membutuhkan ruang yang aman, nyaman, dan inspiratif untuk tumbuh sekaligus mengekspresikan kreativitasnya.


"Anak-anak bukan cuma penerus pembangunan, tapi juga pewaris budaya bangsa. Melalui festival ini, kita hadirkan ruang yang aman dan menyenangkan agar mereka bangga akan identitas budayanya," ujar Siti.


Acara kemudian ditutup dengan penampilan seni budaya dari perwakilan 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat. Penampilan tersebut menjadi penegas bahwa generasi muda Pasundan tak hanya memiliki prestasi di bidang akademik, tetapi juga siap menjadi penjaga dan pelestari budaya daerah. (AMJ)

Komentar


© 2025 by PRSSNI Daerah Jawa Barat
prssnijabar@gmail.com |  Tel: 022-2038362

bottom of page