Gunungan Sampah Tutup Akses Jalan, Warga Karangmulya Cirebon Keluhkan Bau Menyengat
- Admin02

- 4 Agu
- 1 menit membaca

Cirebon (PRSSNI Jabar) – Tumpukan sampah setinggi lebih dari tiga meter menutup akses jalan di Desa Karangmulya, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon. Kondisi yang berlangsung sekitar empat bulan itu dikeluhkan warga karena mengganggu aktivitas sehari-hari sekaligus memicu persoalan kesehatan lingkungan.
Gunungan sampah yang didominasi limbah rumah tangga dan sampah pasar itu tidak hanya menutup akses menuju permukiman, tetapi juga memaksa warga maupun pengunjung pasar mencari jalur alternatif.
Bau menyengat dari tumpukan sampah bahkan tercium hingga sekitar 200 meter dari lokasi. Warga yang melintas mengaku harus menutup hidung karena aroma busuk disertai serbuan ribuan lalat.
Saat hujan turun, kondisinya semakin memprihatinkan. Tumpukan sampah menyumbat saluran air sehingga menimbulkan genangan air kotor yang memicu munculnya belatung.
Salah seorang warga mengatakan, penumpukan sampah yang dibiarkan berlarut-larut telah mengganggu kehidupan masyarakat.
"Jelas terganggu. Pertama baunya. Yang kedua kalau hujan, ulatnya (belatung) ini banyak banget. Lalat juga kalau pintu dibuka langsung pada masuk," ujarnya, Selasa (4/8).
Menurutnya, dampak penumpukan sampah juga dirasakan para pelaku usaha. Penutupan jalan membuat proses distribusi dan bongkar muat barang menjadi lebih sulit.
"Saya tempat pisangnya kan jauh, perlunya bongkar dekat. Tadi bongkar mobil bisa langsung di depan, sekarang harus memutar," katanya.
Warga mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon. Namun hingga kini mereka menilai belum ada langkah nyata untuk mengangkut tumpukan sampah tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama DLH segera menerjunkan alat berat dan armada pengangkut agar akses jalan kembali terbuka serta lingkungan permukiman dan kawasan pasar terbebas dari tumpukan sampah yang telah menggunung selama berbulan-bulan. (SNS)



Komentar